Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat dalam program CSR PT INALUM di Wisata Sawah Raja. Sebab, berbeda dengan konteks umum dimana strategi pemberdayaan masyarakat banyak diteliti, dalam konteks CSR strategi pemberdayaan masyarakat masih minim. Teori utama yang digunakan untuk menganalisis hal ini adalah strategi pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Civera, de Colle, & Casalegno (2019). Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi kasus. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumen, bahan digital, dan FGD. Selanjutnya peneliti melakukan analisis data secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama CSR PT INALUM terletak pada pendanaan dan kedekatan sosialnya. Hal ini tercermin dalam strateginya yang meliputi: 1) memenuhi kebutuhan dasar buruh tani dan ibu-Ibu PKK; 2) menjunjung tinggi HAM dengan tidak diskriminatif terhadap difabel; 3) merintis dan mempertahankan pendapatan Wisata Sawah Raja; 4) mengembangkan kemampuan penggerak Wisata Sawah Raja; 5) meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengambilan keputusan; 6) mendukung penciptaan bisnis tenun songket Melayu dan inovasi kuliner kolak cabe; 7) penguatan tata kelola dan struktur organisasi BUMDes; 8) mengembangkan kemitraan kolaboratif antar institusi sosial. Dengan demikian, upaya pemberdayaan masyarakat dalam konteks CSR untuk mengatasi sistem yang tidak adil menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Meski begitu, ada catatan penting dalam program CSR PT INALUM, yakni tidak adanya fasilitator pemberdayaan masyarakat.