Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran IPS Kurikulum Merdeka SMP-SMA Hutabarat, Cindy Adelina O; Erdo, Dio Fani
SINAU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2023): 2023 : Januari
Publisher : PT. LANCAR MEDIA KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curiculum development very influential in the learning process of students, so that they can achieving social studies learning objectives at the elementary, junior high and high school levels. Current curriculum development, namely the independent curriculum is considered very appropriate because the learning process adjusts to the level understanding of each student, because the author understands that the ability of each learner to absorb learning material different, so the teacher cannot use one method the same learning for all students.  That way the teacher will be more aesy to achieve social studies learning studies learning objectives. Based on this, it can be seen that the curriculum independent learning includes character education that can be applied to social studies learning. Even in the curriculum merdeka learn this IPS is combined with science subjects so that be an IPA, but does not reduce the ability of teacher in implementing is necessary for teacher to be able to incorporate character values in the learning. Policy breakthrough independent learning policy, has its own purpose where the unit education or schools, teacher and students have the freedom to innovate, learn independently and be creative.
Pembelajaran IPS Kurikulum Merdeka SMP-SMA Hutabarat, Cindy Adelina O; Erdo, Dio Fani
SINAU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran Vol 1 No 2 (2023): SINAU | April 2023
Publisher : PT. Lancar Media Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran IPS di jenjang SD, SMP, dan SMA. Pengembangan kurikulum saat ini, yaitu kurikulum mandiri, dinilai sangat tepat karena proses pembelajaran menyesuaikan dengan tingkat pemahaman setiap siswa. Penulis memahami bahwa kemampuan setiap peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran berbeda-beda, sehingga guru tidak dapat menggunakan satu metode pembelajaran yang sama untuk semua siswa. Dengan begitu, guru akan lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran IPS. Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa kurikulum mandiri memuat pendidikan karakter yang dapat diterapkan pada pembelajaran IPS. Meskipun dalam kurikulum mandiri ini mata pelajaran IPS dipadukan dengan mata pelajaran IPA sehingga menjadi IPA, namun tidak mengurangi kemampuan guru dalam mengimplementasikannya. Hal ini diperlukan agar guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Terobosan kebijakan pembelajaran mandiri ini memiliki tujuan tersendiri, yaitu agar pada satuan pendidikan atau sekolah, guru dan siswa memiliki kebebasan untuk berinovasi, belajar mandiri, dan berkreasi.