surpa, i wayan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REALISASI DAN AKTUALISASI NILAI-NIILAI AJARAN HINDU DALAM PERSPEKTIF DINAMIKA ZAMAN surpa, i wayan
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.899

Abstract

Aham evam svayam idam vadamiJustham devebhiruta manusbhih,Yam kamaye tam tam ugre kromi tamBrahmanam tam rsim tam sumedham (Rgveda X. 125.5) (Sesungguhnya Aku Ucapkan Kata-Kata Yang MemberikanKegembiraan Kepada Umat Manusia. Aku Telah AnugrahkanKekuatan dan Kesejahteraan. Aku Jadikan Mereka Suci,Para Rsi dan Umat Manusia Menjadi Sempurna)
REALISASI DAN AKTUALISASI NILAI-NIILAI AJARAN HINDU DALAM PERSPEKTIF DINAMIKA ZAMAN surpa, i wayan
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.859

Abstract

Aham evam svayam idam vadamiJustham devebhiruta manusbhih,Yam kamaye tam tam ugre kromi tamBrahmanam tam rsim tam sumedhamRgveda X. 125.5 (Sesungguhnya Aku Ucapkan Kata-Kata Yang MemberikanKegembiraan Kepada Umat Manusia. Aku Telah AnugrahkanKekuatan dan Kesejahteraan. Aku Jadikan Mereka Suci,Para Rsi dan Umat Manusia Menjadi Sempurna)[1] 
UNIVERSALISME DAN KEBINEKAAN DALAM PERSPEKTIF HINDU wismayanthi, kadek wiwin; surpa, i wayan
Jurnal Ilmiah Cakrawarti Vol 6, No 2 (2023): Cakrawarti
Publisher : Universitas Mahendradatta Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/jic.v6i2.861

Abstract

konsepsi Hindu tentang ketunggalan (universalisme) datam kaitannya dengan pluralisme agama di Indonesia. Untuk mengkaji konsepsi ketunggalan (universalisme) atau wawasan kebangsaan digunakan pendekatan eksistensialis atau secara ontologis. Tulisan ini diawali dengan pemaparan singkat tentang ide kebangsaan dan negara kebangsaan. Selanjutnya ide atau wawasan kebangsaan diberikan batasan secara filosofis. Pada bagian akhir dikemukakan beberapa pengingkaran terhadap wawasan kebangsaan menurut filsafat Hindu. Dengan menggunakan filsafat Nyaya-Vaisesika disimpulkan bahwa pengakaran tersebut disebabkan oleh ketidakpahaman masyarakat Indonesia terhadap makna sesungguhnya ketunggalan atau wawasan kebangsaan atau nasionalisme tersebut. Masing-masing segmen masyarakat Indonesia terbuai oleh karakteristik spesifik suku, ras, atau agama sendiri ketimbang pada karakateristik umum yang esensial.