Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM PANDANGAN ISLAM Zaini, Ahmad; Umam, Ahmad Hadiqul; Sodik, Al Muzafar; Kirom, Muhammad Agorrul
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 3 No 1 (2023): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v3i1.883

Abstract

Women taking on leading roles is a common occurrence in many parts of the world today. So, we need to know the rules of a group or organization led by a woman, as well as the rules of a very big country. This paper mostly talks about three things. The first is about the verses in the Qur'an and the sayings of the Prophet that, when looked at lafadz, show that women can't be in charge. This will be described in more detail. In the second discussion, a verse is given that scholars use to say that a woman can lead a group, organization, or state. This is followed by the scholars' interpretations of these verses, which can be used as evidence that a woman can be a leader. Then, in the last discussion, stories were told about women in charge, because this isn't a new thing. It's been happening since ancient times, which makes us sure and think that a woman can be in charge of an organization.
Konsep Jahiliyyah dan Jihad Menurut Sayyid Qutb dalam Al-Qur’an Kirom, Muhammad Agorrul; Ni'mah, Durrotul Iqomatin
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pemikiran Sayyid Qutb mengenai konsep jahiliyyah dan jihad. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pengaruh besar Qutb terhadap gerakan Islam modern, baik di dunia Arab maupun di negara-negara muslim lainnya, termasuk Indonesia. Pemikirannya tentang jahiliyyah sebagai kondisi universal yang melampaui batas historis pra Islam, serta jihad sebagai sarana transformasi ideologis dan sosial, seringkali menjadi rujukan maupun perdebatan di kalangan akademisi dan aktivis Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data primer diperoleh dari karya-karya utama Qutb seperti “Ma’alim fi at-Thariq dan Fi Dzilalil Qur’an, sedangkan data sekunder berupa buku, jurnal nasional maupun internasional, serta kajian akademik yang membahas pemikirannya. Analisis dilakukan dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan relevasinya dengan kondisi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qutb memahami jahiliyyah sebagai setiap sistem yang menolak hukum Allah dan menggantinya dengan hukum manusia. Kemudian kerena kerajaan Allah haruslah yang menguasai dunia ini maka beliau menjadikan Jihad merupakan suatu hal atau harus dilakukan demi menjadikan kerajaan Allah tegak berdiri untuk semua manusia, tapi bukan berarti menjadikan umat manusia harus menanggalakan apa yang dianutnya. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Qutb memiliki signifikansi penting dalam wacana kebangkitan Islam, meskipun tetap memerlukan reinterpretasi kritis agar sesuai dengan kondisi sosial, politik, dan budaya masyarakat modern yang plural.