Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Sosialisasi dan Penegakan Hukum Terhadap Pernikahan Usia Dini La Andiki, La Ode Ismail
Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): EDISI MEI
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah sosial yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah Batuatas Liwu Kabupaten Buton Selatan. Pernikahan pada usia yang terlalu muda seringkali berdampak negatif pada pendidikan kesehatan dan perkembangan sosial para anak yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya sosialisasi dan penegakan hukum yang ada dalam mencegah pernikahan usia dini di wilayah Batuatas Liwu Kabupaten Buton Selatan. Studi ini menggunakan metode campuran, menggabungkan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada berbagai program sosialisasi yang telah diterapkan oleh pemerintah dan organisasi non-pemerintah, pernikahan usia dini masih merupakan masalah yang signifikan di wilayah ini. Sosialisasi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsekuensi pernikahan usia dini. Selain itu, penegakan hukum terhadap pernikahan usia dini masih terkendala oleh faktor-faktor budaya dan sosial. Diperlukan langkah-langkah tambahan dalam menguatkan penegakan hukum untuk mengurangi pernikahan usia dini. Penegakan hukum terhadap pernikahan usia dini juga menghadapi tantangan yang signifikan. Beberapa kasus pernikahan usia dini sulit dideteksi dan diadili karena keterbatasan sumber daya, termasuk petugas yang terlatih. Selain itu, faktor ekonomi dan tekanan sosial seringkali membuat anak dan remaja yang terlibat dalam pernikahan usia dini enggan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya sosialisasi dan penegakan hukum terhadap pernikahan usia dini perlu ditingkatkan melalui pendekatan holistik yang melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, dan organisasi non-pemerintah. Selain itu, perlindungan hak-hak anak dan remaja harus menjadi fokus utama dalam setiap upaya penegakan hukum. Dengan demikian, perlu kerjasama antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk mengatasi tantangan kompleks yang terkait dengan pernikahan usia dini dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.Hasil penelitian ini memiliki implikasi signifikan untuk perbaikan kebijakan dan praktik terkait pernikahan usia dini di wilayah Batuatas Liwu Kabupaten Buton Selatan. Upaya sosialisasi yang lebih efektif dan penegakan hukum yang lebih tegas perlu diperhatikan untuk melindungi hak-hak anak dan mencegah pernikahan usia dini yang merugikan.