Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Simbolik Dalam Adat Peohala Suku Tolaki Rio Febrian, Edy Basri, Muslan
Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): EDISI MEI
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbolik dalam adat peohala suku tolaki. penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan teori semiotika. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Makna simboliknya adalah sebagai berikut, satu ekor kerbau sebagai simbol dari pelaku, kain putih (kafan) yang diibaratkan sebagai penutup mayat, 1 wadah air melambangkan pembersihan atau penyucian diri, dan sebilah parang yang menyimbolkan harga diri. Dalam proses tersebut, maka pihak pelaku memberikan seserahan berupa kalo sara, dan pihak korban mempunyai kewajiban untuk menerimanya. Selanjutnya setelah satu ekor kerbau, 1 piece kain putih (kafan), 1 wadah air , dan sebilah parang diterima oleh pihak korban dan/atau keluarganya, kemudian 1 ekor sapi tersebut disucikan dengan menggunakan air dalam wadah cerek, selanjutnya kerbau tersebut disembelih dengan menggunakan sebilah parang dari seserahan yang dilakukan di hadapan para tokoh-tokoh adat dan kepala pemerintahan setempat (Kepala Desa / Lurah, Kepala Kecamatan), serta pihak dari aparat hukum yang biasanya diwakili oleh Kepolisian, dengan disaksikan oleh masyarakat umum, dan bertempat di tanah lapang. Kemudian apabila acara adat tersebut telah selesai dilaksanakan, maka kedua belah pihak membuat surat pernyataan damai dengan disaksikan oleh para tokoh adat Tolaki serta masyarakat setempat.