Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas VI SD Inpres Palupi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 20 orang siswa, 14 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I diperoleh 71,43% pada pertemuan pertama berada dalam kategori cukup serta 78,57% pada pertemuan kedua berada pada kategori kurang, sedangkan data observasi aktifitas siswa pada pertemuan pertama diperoleh persentase yaitu 67,86% dengan kategori cukup sedangkan pertemuan kedua 78,57% dengan kategori cukup. Sedangkan hasil observasi aktifitas guru pada siklus II diperoleh persentase, yaitu 89,29% pada pertemuan pertama berada dalam kategori baik serta 96,69% pada pertemuan kedua berada pada kategori sangat baik, sedangkan data observasi aktifitas siswa pada pertemuan pertama diperoleh persentase yaitu 89,29% dengan kategori baik sedangkan pertemuan kedua 92,86% dengan sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata daya serap klasikal 70,38% serta ketuntasan belajar klasikal 75%. Pada siklus II nilai rata-rata daya serap klasikal 87,69% serta ketuntasan belajar klasikal 100%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan nilai rata-rata daya serap klasikal minimal 75% dan ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 85%, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian pada mata pelajaran IPA melalui pembelajaran Paikem dengan model kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Pembelajaran Paikem Model Kooperatif.