Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR INTENSITAS CURAH HUJAN OTOMATIS MENGGUNAKAN ENERGI SOLAR PANEL BERBASIS IOT Mohammad Taufiqur Rahman
ALINIER: Journal of Artificial Intelligence & Applications Vol. 4 No. 2 (2023): ALINIER Journal of Artificial Intelligence & Applications
Publisher : Program Studi Teknik Elektro S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/alinier.v4i2.7832

Abstract

Curah hujan adalah curah air yang terkumpul pada tempat yang datar, tidak meresap dan tidak mengalir. Sedangkan intensitas hujan merupakan curah hujan dalam satuan waktu tertentu yang biasanya dinyatakan dalam mm/jam. BMKG sudah mencatat Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dengan rata-rata 2000 sampai dengan 3000mm di setiap tahunnya. Karena sering adanya banjir di waktu musim hujan alat ukur curah hujan ini bisa membantu masyarakat desa randumerak untuk mengetahui ketinggian curah hujan. Dalam sebuah penelitian ini dengan judul Rancang Bangun Alat pengukur Intensitas Curah Hujan Otomatis Menggunakan Energi Solar Panel”. Alat pengukur intensitas otomatis yang menggunakan tipe tipping bucket bekerja seperti jungkat jungkit yang saling bergantian untuk menampung air hujan. Dimana di setiap jungkitan dihitung berapa tinggi hujan maksimum yang dapat menampung air hujan. Untuk mengetahui hasil intensitas hujan yaitu tinggi hujan dibagi lamanya hujan sehingga nanti akan ketemu berapa hasil intensitas hujan dengan satuan mm/jam.Keunggulan dari alat ini sudah menggunakan solar panel untuk menyuplai ESP 32 agar bisa berjalan tanpa harus menggunakan energi PLN karena solar panel sudah termasuk energi baru dan terbarukan, dan sebelumnya masih menggunakan energi PLN yang mana masih mempersulit pengguna dalam mengukur curah hujan. Dengan menggunakan IOT sebagai interface untuk pengukur curah hujan otomatis dapat memudahkan pengamat dalam mengukur intensitas curah hujan.
Model Pengabdian Berbasis Inklusifitas Dan Berkelanjutan: Transformasi UMKM Perempuan Desa Dukuhdempok Melalui Program Promahadesa: Peran Program Promahadesa terhadap pelaku UMKM Kelompok Perempuan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Dukuhdempok Chintya Dwi Lestari; Mohammad Taufiqur Rahman; Selvi Putri Ismania; Wahyu Deva Romadhon; Andjani Prasetya Dewi; Yunita Rizqi Hidayah; Muhammad Idham Arwani; Ayu Amilia
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i2.210

Abstract

Abstract: The Village Community Service Program (PROMAHADESA) is an initiative to empower groups of former migrant workers in Dukuh Dempok Village, Jember Regency, focusing on the development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) based on inclusivity and sustainability. This program is carried out through strategic collaboration with DESBUMI (Village Caring for Migrant Workers) as the main partner, and the Halal Center as the technical partner, with the primary goal of assisting MSME entrepreneurs in obtaining business legality, such as the Business Identification Number (NIB), Household Food Industry Production Certificate (SPP-IRT), and halal certification. This activity includes crucial stages, such as identifying data on MSME actors, socializing the importance of business legality, digital marketing training, and intensive assistance in the business licensing process. The highlight of the activity was marked by the handover of business legality certificates to 25 MSME actors, who now have a legal foundation for the development of their businesses. The program results show an increase in awareness and skills among MSME actors in managing their businesses professionally, expanding market access, and enhancing competitiveness in the digital era. This program not only contributes to economic transformation through business legality but also strengthens the role of women in sustainable inclusive development. With a needs-based approach and support from strategic partners, PROMAHADESA becomes a holistic, inclusive, and sustainable service model, providing real impact for village communities and supporting the achievement of sustainable development goals. Keywords: Dukuh Dempok, Inclusive, MSMEs