Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini: Belajar Aman, Bermain Aman Shalehah, Hidayatus; Ibthihaq, Balqis Di'ab; Kholifah, Siti; Irfan, Ade; Safriana, Safriana
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.16000

Abstract

Pengabaian orang tua secara tidak sengaja telah menempatkan anak pada situasi berbahaya, seperti menjadi korban pelecehan seksual saat masih anak-anak. Pendidikan seks pada anak usia dini tentunya disajikan sesuai dengan perkembangan usia  dan gaya belajar yang sesuai untuk anak usia dini. Pendidikan seks ini dapat dilakukan dengan cara bercerita, bermain ataupun bernyanyi. penulis menggunakan metode presentasi terkait anggota tubuh manusia yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain dengan menggunakan media gambar, lagu, dan video. Tujuan dari penggunaan metode presentasi dengan media gambar, lagu, dan video terkait bagian tubuh manusia yang boleh dan tidak boleh disentuh di kelas 3 SDN 3 Banda Baro adalah untuk membantu siswa memahami konsep tentang bagian tubuh manusia yang boleh dan tidak boleh disentuh. Dalam hal ini, media gambar, lagu, dan video dapat membantu siswa memvisualisasikan dan memahami konsep tersebut dengan lebih baik. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, siswa sangat antusias dalam mengikuti rangkaian proses mengenai pembelajaran tentang pengenalan seks pada usia dini. Pendidikan seks pada anak tidak hanya diberikan pada anak, tapi juga pada orang tua dan guru di sekolah. Pengajaran tentang pendidikan seks harus sesuai perkembangan kognitif anak. Penggunaan media pembelajaran yang berbau visual dan suara seperti lagu dapat menarik perhatian anak
Hubungan Antara Forgiveness dan Self-Compassion dengan Subjective Well-Being Pada Dewasa Awal Pasca Perselingkuhan dalam Hubungan Berpacaran Ibthihaq, Balqis Di'ab; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.295-304

Abstract

Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu pada kualitas hidupnya baik dari aspek kognitif ataupun afektif. Dalam konteks pemulihan pasca perselingkuhan, kombinasi forgiveness dan self-compassion dapat dianggap sebagai mekanisme pemulihan penting yang meningkatkan kesejahteraan subjektif pada dewasa awal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji secara empiris hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu dewasa awal pengguna media sosial TikTok dengan kriteria usia 18-25 tahun, dan memiliki pengalaman perselingkuhan 1-3 tahun terakhir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan 100 responden sebagai sampelnya. Pengumpulan data dilakukan melalui skala subjective well-being yang berisi 42 item, skala forigiveness 42 item, dan skala self-compassion 42 item. Data dianalisis menggunakan metode analisis regresi dua prediktor dan product moment. Hasil analisis data diperoleh terdapat hubungan antara forgiveness dan self-compassion dengan subjective well-being pada dewasa awal pasca perselingkuhan dalam hubungan berpacaran yang bernilai positif dengan nilai signifikansi (p=0,000) dan koefisien korelasi (R=0,679), sehingga hipotesis penelitian dinyatakan diterima. Hasil penelitian menyatakan bahwa forgiveness dan self-compassion dari subjek penelitian berpengaruh pada kesejahteraan subjektifnya.