Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wacana Kritis: Konflik Batin Pada Tokoh Novel Lukacita Karya Valerie Patkar (Kajian Teori Eric Berne) Sitti Juniarsih; Masruroh, Fajriyatil
Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/demagogi.v2i4.54

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana kritis mengenai bentuk konflik batin tokoh utama, dan juga untuk mendeskripsikan teori Eric Berne yang terdapat dalam novel lukacita karya Valerie Patkar. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel berjudul Lukacita yang merupakan novel kelima yang ditulis oleh Valerie Patkar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dalam novel "Lukacita" karya Valerie Patkar merupakan bentuk konflik batin seperti rasa kecewa, sedih, takut, khawatir, tertekan, kesal, berharap, rasa bersalah, depresi, marah, dan cemas. Konflik batin tokoh utama yang terdapat pada novel ini dari konflik batin yang terjadi di dalam keluarganya, membuat mereka kesulitan menentukan tujuan hidupnya. Dari kejadian itu kita bisa mengambil pelajaran untuk mencegah hal itu terjadi, kita harus bisa menentukan cita cita sesuai dengan hoby dan kemampuan. Pelajaran yang bisa diambil dalam hasil penelitian novel "Lukacita" karya Valerie Patkar tersebut adalah Novel Lukacita akan menjadi obat bagi kita yang memiliki luka akibat bermimpi, sehingga mampu membangun harapan yang baru. Kata kunci: konflik batin, lukacita
Contextual Meaning in the novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye Fajriyatil Masruroh; Sitti Juniarsih
Regulate: Jurnal Ilmu Pendidikan, Hukum dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/regulate.v1i2.21

Abstract

This study aims to examine the contextual meaning contained in the novel Kau, Aku, and Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data source in this study is the novel Kau, Aku, and Sepucuk Angpau Merah by Tere Liye. The data collection technique is through an in-depth reading technique of the novel. This reading is done by observing every aspect of the text. Contextual meaning is greatly influenced by the social situation, time, place, and the relationship between the speaker and the listener. The results of this study in the form of a discussion of quotations in the novel, it was found that many words or expressions have different meanings from their literal meanings. For example, expressions such as "shut up", "village head", "nonsense", "take heart", "rumpled face", "know the taste", "folded forehead", "bracket", "sculpted", "two-three islands passed", "outboard motor", and "rotating wheels" show how meaning can shift depending on the social and emotional context in the story.