Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Perempuan Dalam Novel Kinasih Karya Nisaul Kamilah Chisnulloh: Kajian Feminisme Eksistensialis Reni Isnaini Pratiwi; Riski Putriani
Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education Vol. 2 No. 4 (2024): August
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/demagogi.v2i4.56

Abstract

Abstrak. Artikel ini menganalisis Novel “Kinasih” krya Nisaul Kamilah Chisnulloh, sebuah karya sastra yang menampilkan sebuah perjalanan emosional dan pencarian jati diri seorang wanita muda yang bernama Kinasih dalam konteks kebudayaan jawa yang kental. Dari karakteristik yang mendalam, Nisaul Kamilah menampilkan sosok yang kuat hamun rentan, berjuang dengan dilemma dan konflik yang mencerminkan pergulatan internak individual dalam masyarakat modern. Setting yang terdapat dalam novel ini mencakup kehidupan di desa dan kota, dengan memberikan latar yang hidup dan mempengaruhi pada perkembangan alur cerita dan juga karakter. Tema yang diusung pada novel ini mencakup cinta, kehilangan, pencarian identitas, serta isu-isu sosial seperti peran perempuan dan dampak globlalisasi pada penggunaan elemen tersebut untuk menyimpan pesan mendalam tentang nilai tradisional dan perubahan sosial. Pada pendekatan ini mencakup penelusuran karakteristik, dinamika hubungan antara tokoh, deskripsi setting dan penggambaran tema. Selain itu juga gaya dalam bahasa dan teknik penulisan yang puitis dan deskriptif yang dibahas dalam memahami kontribusinya untuk memperkaya narasi. Melalui analisis ini, diharapkan pembaca dapat mengapresiasi novel “Kinasih” sebuah karya satra yang tidak hanya menawarkan cerita menarik, namun menjadi refleksi dalam kehidupan dan budaya. Dari novel ini dapat menjadi cerminan yang relevan bagi pembaca dalam memehami diri sendiri serta dunia yang mereka huni. Novel ini akan menganalisis eksistensi pada tokoh perempuan yaitu; (1) Eksistensi karakter utama “Kinasih” menantang stereotip gender; (2) Kekuasaan yang mempengaruhi kehidupan perempuan; (3) Pengaruh tokoh laki-laki terhadap tokoh utama. Kata Kunci: Perjuangan perempuan, kekuasaan dan penindasan, solidaritas antar perempuan.
Understanding Implied Meanings In Everyday Language With Pragmatic Theory Reni Isnaini Pratiwi
INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research Vol. 1 No. 6 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/interdisiplin.v1i6.75

Abstract

Pragmatics is a branch of linguistics that studies meaning in the context of language use, especially the context of implied meaning which is not always conveyed directly in everyday language. The purpose of this article is to explain the basic concepts of pragmatic theory and its application in everyday communication. Through this theory, we can understand how implicit meaning plays a role in shaping perceptions, guiding reactions, and influencing relationships between individuals. This article explains how pragmatics can help us understand the deeper meaning of spoken words by considering connotations, presuppositions, and social context. A better understanding of pragmatics allows individuals to communicate more effectively and understand hidden messages in conversations. We hope this article provides readers with new insights into the importance of pragmatics in everyday social interactions and how this theory can help overcome misunderstandings that are often caused by different interpretations.