Self disclosure merupakan proses pengungkapan diri seseorang dimana memberikan informasi pribadi kepada orang lain. Hal ini mencakup perasaan, pengalaman atau pikiran yang mungkin sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain. Pengungkapan diri yang dilakukan biasanya melalui unggahan foto, caption atau komentar yang dilakukan dalam sosial media terutama pengguna second account instagram. Salah satu faktor penyebab pengungkaapan diri seseorang melalui sosial media adalah tipe kepribadian yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan self disclosure pada mahasiwa pengguna second account instagram ditinjau dari tipe kepribadian. Penelitian kuantitatif dengan metode komparatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, data dikumpulkan menggunakan teknik survey dengan menyebar kuesioner secara online. Subjek penelitian berjumlah 45 orang. Pengumpulan data untuk variabel self disclosure menggunakan alat ukur self disclosure yang disusun oleh Wheeless dan Grotz (1976), dan variabel tipe kepribadian menggunakan alat ukur dari Ab (2019) berdasarkan alat ukut International Personality Item Pool-Big Five Factor Marker 25 (IPIP-BFM25) yang awalnya disusun oleh Lewis Goldberg guna mengukur big five personality traits kemudian diadaptasi oleh Akhtar dan Azwar (2018). Analisis data menggunakan teknik uji Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan self disclosure ditinjau dari tipe kepribadian pada mahasiswa pengguna second sccount instagram dengan taraf signifikansi p > 0.235. Berdasarkan nilai rata-rata (mean), self disclosure pada tipe kepribadian openness diperoleh 28.25, pada tipe kepribadian conscientiousness diperoleh 20.62, pada tipe kepribadian extraversion diperoleh 25.92, pada tipe kepribadian agreeableness diperoleh 26.6 dan pada tipe kepribadian neuroticism diperoleh 13.33