Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FATWA MUI NO.13 TAHUN 2019 TENTANG TRANSPLANTASI ORGAN DAN JARINGAN TUBUH DARI ORANG HIDUP UNTUK ORANG LAIN Rizkiyah, Lujeng
TAHKIM Vol. 20 No. 1 (2024): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v20i1.2971

Abstract

Organ transplantation has become one of the most meaningful solutions in modern medicine. The issue of organ transplantation has given rise to new problems, so it has become one of the most sensitive debates in the medical and religious worlds. The increasing number of patients requiring transplants, organ rejection, post-transplant complications, and the risks that may arise from transplantation have raised questions about the legal and ethical ethics of using this technology. On the other hand, the current development of science and technology in the medical field also triggers various kinds of legal problems, where it is required to be more flexible and applicable in its implementation, not being shackled into a rigid legal system. The ijtihad method used is the istislahi method using the Manhaji approach. The results of this ijtihad confirm that a person may not give or sell organs and/or body tissues to other people because the organs are not proprietary (haqqul milki) for that reason, taking and transplanting organs without any reason justified by syar'i is unlawful.
Analisis Argumentasi Arif Sugitanata terhadap Berkembangnya Pembaharuan Hukum Keluarga Islam di Indonesia Rizkiyah, Lujeng
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v4i1.432

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap sejumlah karya dari Arif Sugitanata yang berbicara tentang analisis argumentasi Arif Sugitanata terhadap berkembangnya pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia. Memanfaatkan metode hybrid di mana data hasil wawancara dengan Arif Sugitanata sebagai bukti keabsahan data tentang Arif Sugitanata dan studi kepustakaan yang data utamanya berasal dari narasumber kemudian ranah kepustakaan berupa buku-buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 4 argumentasi dasar Arif Sugitanata terhadap berkembangnya pembaharuan hukum keluarga Islam di Indonesia, yakni, Pertama, Ketetapan yang ada dalam literatur fikih kuno tidak dapat menjawab persoalan yang terus muncul di tengah perkembangan era globalisasi dengan mencari aturan-aturan baru dan mapan untuk mengatasi masalah-masalah masyarakat. Kedua, Pertumbuhan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer yang semakin canggih sebagai suatu alasan akan keharusan suatu perubahan. Ketiga, Tuntutan untuk melakukan reformasi di berbagai elemen agar hukum Islam dapat menjadi acuan dalam perumusan undang-undang nasional, khususnya di Indonesia. Keempat, Tuntutan perubahan hukum Islam dari para ahli hukum Islam dunia kepada ahli hukum Islam asli Indonesia terkait masalah kesetaraan gender.