Christiansi, Welldelin Yufuria
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Hubungan Pajanan Benzena, Usia, dan Masa Kerja dengan Kadar Trans, Trans – Muconic Acid (ttMA) Urin pada Pekerja Terpapar Benzena Christiansi, Welldelin Yufuria
Media Gizi Kesmas Vol 11 No 2 (2022): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2022)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v11i2.2022.633-642

Abstract

Latar Belakang: Benzena adalah salah satu zat atau bahan kimia yang sering ditemukan dan digunakan di dalam bidang perindustrian, baik di dalam industri percetakan, pengeleman, obat-obatan, plastik, karet buatan, pewarna hingga bensin. Hal ini menyebabkan paparan benzena yang diterima manusia atau pekerja yang bekerja dekat dengan sumber benzena rentan menerima risiko atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh benzena. Salah satu metabolit yang dapat diukur sebagai tanda dari adanya paparan benzena di dalam tubuh adalah ttMA dalam urin.Tujuan: Studi literatur ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan benzena dengan kadar ttMA urin pada pekerja berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.Metode: Metode penelitian ini adalah literature review yang dimana digunakan untuk mengkaji, memahami, dan menafsirkan penelitian-penelitian yang ada yang sesuai dengan topik yang diambil dengan bersumber dari artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun.Hasil: Hasil dari literature review menunjukkan bahwa hampir seluruh penelitian (75%) yang dirangkum menyatakan adanya hubungan antara pajanan benzena dengan kadar ttMA urin. Sedangkan variabel seperti usia dan masa kerja mayoritas (>50%) tidak berhubungan dengan kadar ttMA urin.Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yang dapat diambil adalah pajanan benzena berhubungan dengan kadar ttMA urin seseorang atau pekerja yang bekerja dekat atau sering terpapar dengan benzena di lingkungan kerjanya. Sedangkan variabel lain seperti usia dan masa kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan.Kata kunci: pajanan benzena, usia, masa kerja, kadar ttMA urin
IS SLEEP DURATION CORRELATE TO THE ANTHROPOMETRIC MEASUREMENTS AND INSULIN LEVELS IN OBESE ADOLESCENTS? INVESTIGATION WITH A CROSS-SECTIONAL STUDY Ardianah, Eva; Widjaja, Nur Aisiyah; Noviyanti, Tausyiah Rohmah; Alexander, Yoppi Yeremia; Nurfirdaus, Yasmine; Keya, Rino Tryanto; Hermanto, Edi; Iitdrie; Christiansi, Welldelin Yufuria
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 21 No. 1 (2026): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v21i1.2026.18-29

Abstract

Introduction: Insufficient sleep has been shown to increase the risk of obesity by 6%. Aim: To investigate the effect of sleep duration on anthropometric measurements and insulin levels among obese adolescents. Methods: A cross-sectional study was conducted in September–October 2019 among obese students in Surabaya and Sidoarjo. Sleep duration, anthropometric measurements, and insulin levels were assessed. Statistical analyses included tests of normality, independent samples t-tests or Mann–Whitney U tests, and Pearson’s correlation analysis. Results: A total of 165 obese adolescents were recruited. Participants with shorter sleep duration were older than those with recommended sleep duration. Male adolescents predominated over females (111 vs. 54). Sleep duration was associated with body mass index (BMI); adolescents with recommended sleep duration had a lower BMI compared to those with shorter sleep duration (33.86 ± 5.17 vs. 35.61 ± 5.12 kg/m², p = 0.049) and a smaller hip circumference (109.71 ± 9.98 vs. 113.49 ± 10.74 cm, p = 0.038). Other anthropometric parameters (waist circumference, body weight, and height) did not differ significantly between groups. Insulin levels were also lower in adolescents with recommended sleep duration compared to those with shorter sleep duration (23.35 ± 12.95 vs. 30.84 ± 16.92 μU/mL, p = 0.001). Weak correlations were observed between sleep duration and BMI, BMI-for-age z-score, hip circumference, and insulin levels. Conclusion: Sleep duration is correlated with BMI, hip circumference, and insulin levels among obese adolescents.