Susianto, MSi.Med, SpOG, Indra Adi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) TERHADAP SKRINING PENYAKIT MENULAR IBU HAMIL : PROGRAM TRIPLE ELIMINASI DI PUSKESMAS PURWOYOSO SEPTEMBER 2022- 2023 Susianto, MSi.Med, SpOG, Indra Adi; Wilianto, Yohanes Kellen; Widodo, Attamanurma Othman; Oni, Re Ullan F J; Nainggolan, Yesa Hutabalian; Putri, Tivani Herawati
Jurnal Pranata Biomedika Vol 3, No 1: Maret 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v3i1.11640

Abstract

Latar belakang: Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan ketentuan yang wajib dilaksanakan secara minimal yang memfasilitasi dan mengontrol kinerja pemerintah daerah dalam pelayanan publik dibidang kesehatan. SPM memberikan pelayanan pencegahan penyakit menular dan kesehatan ibu hamil. Salah satunya adalah pelayanan Antenatal Care (ANC). Pelayanan antenatal dilaksanakan secara terpadu dengan beberapa Program yang dalam penelitian ini akan terfokus pada program pengendalian HIV, sifilis, dan hepatitis B untuk menghindari penularan secara vertikal,  skrining pada ibu hamil terhadap HIV, sifilis, dan Hepatitis B (triple elimination) dilakukan di Puskesmas purwoyoso, terletak di Jl. Siliwangi Kelurahan Purwoyoso, Kota Semarang.Tujuan penelitian : Tujuan dari penelitian adalah Mengetahui SPM terhadap penyakit menular pada ibu hamil melalui triple eliminasi dan mengetahui skrining triple eliminasi terhadap HIV,sifilis dan Hepatitis B pada ibu hamil.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross- sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan program Puskesmas PurwoyosoHasil: Pelaksanaan program skrining triple eliminasi pada Bulan September 2022 hingga 2023 memiliki target capaian 100% dan hasil capaian 100%. Pemeriksaan tripleeliminasi yang telah dilakukan dalam rentang waktu tersebut adalah 648 ibu hamil, diantaranya terdapat 4 reaktif Hepatitis B pada bulan desember, maret, mei, dan juniKesimpulan : Pemeriksaan dilakukan pada kunjungan pertama untuk memutus penularan secara vertikal dan menurunkan angka kesakitan hingga kematian dengan pemeriksaan rapid test HIV, tes cepat sifilis dan HBsAg.
PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT PADA KEJADIAN PERDARAHAN POST-PARTUM SAAT PANDEMI DI RS PANTI WILASA dr. CIPTO Susianto, MSi.Med, SpOG, Indra Adi
Jurnal Pranata Biomedika Vol 3, No 2: September 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jpb.v3i2.10745

Abstract

Latar belakang : Menurut WHO sebanyak 529.000 kematian ibu terjadi setiap tahun, 136.000 dan dua pertiga kematian ibu ini terjadi setelah melahirkan, perdarahan post-partum menjadi yang paling komplikasi yang sering dilaporkan. Menurut Profil kesehatan Indonesia tahun 2019 jumlah kematian ibu menurut provinsi tahun 2018-2019 dimana terdapat penurunan dari 4.226 menjadi 4.221 kematian ibu di Indonesia berdasarkan laporan. Pada tahun 2019 penyebab kematian ibu terbanyak adalah perdarahan yaitu sebanyak 1.280 kasus.Tujuan penelitian : Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah trombosit pada kejadian perdarahan post- partum.Metode : . Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah case control, Data yang digunakan adalah data kasus perdarahan post-partum dan kelompok kontrol adalah ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan post- partum. Jumlah trombosit pada ibu tanpa perdarahan post-partum dengan nilai median 240.000 dan nilai minimum-maksimum adalah 156.000-388.000Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan jumlah trombosit pada ibu yang melahirkan dengan perdarahan post-partum dan ibu melahirkan tanpa perdarahan post-partum di RS. Panti Wilasa dr.Cipto Semarang, dimana p value 0.613.