Rezki, Dewi Mirah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMETAAN RISIKO LIKUIFAKSI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN WEIGHTED OVERLAY DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH Rezki, Dewi Mirah
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12204

Abstract

Kota Palu, Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang pernah mengalami likuifaksi. Likuifaksi adalah fenomena ketika tanah kehilangan kekuatan akibat adanya perubahan tegangan secara mendadak. Likuifaksi di Kota Palu disebabkan karena wilayah yang didominasi oleh aluvium, serta tanah yang jenuh air akibat adanya gempa bumi. Likuifaksi di Kota Palu menyebabkan rusaknya infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa. Atas dasar tersebut, maka dibuat peta risiko bahaya likuifaksi Kota Palu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta administrasi dan populasi, peta produktivitas air tanah, peta jenis batuan, peta rawan gempa, peta kedalaman air tanah, dan peta umur batuan.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot prioritas dari parameter yang  digunakan.  Lalu  digunakan  Metode  Weighted  Overlay  pada  perangkat  lunak  pengolah SIG  untukmenggabungkan peta secara tumpang susun berdasarkan bobot prioritas yang telah didapat. Sehingga diketahui zona bahaya likuifaksi Kota Palu yang dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas risiko likuifaksi sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Peta tersebut diharapkan dapat memberikan informasi mengenai wilayah yang berpotensi mengalami likuifaksi di Kota Palu. Peta ini juga diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan keefektifan manajemen mitigasi bencana, serta dapat dijadikan pertimbangan pemerintah dalam melakukan pengembangan nasional.