Dhamayanti, Catur Ayu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI WARISAN GEOLOGI DI AREA GUNUNG SEWU GEOPARK SEBAGAI PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS EDUKASI DI INDONESIA Dhamayanti, Catur Ayu
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v6i1.12200

Abstract

Gunung Sewu Geopark yang berada di tiga wilayah yaitu Jawa Timur (Pacitan), Jawa Tengah (Wonogiri), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunung Kidul) merupakan salah satu geopark yang di Indonesia yang memiliki keindahan dan keanekaragaman bentang alam yang terbentuk akibat proses tektonik kompleks yaitu pertemuan dua lempeng yang berinteraksi secara subduksi. Gunung Sewu Geopark memiliki banyak objek bentang alam yang  dapat  dikembangkan  sebagai  potensi  wisata  edukasi  dan  dapat  menarik  wisatawan  lokal  maupun mancanegara. Namun, hingga saat ini potensi wisata edukasi di Gunung Sewu Geopark masih belum banyak diketahui. Sehingga perlu dilakukan kajian  ini  untuk  mengeksplor kembali bentang alam  yang  berpotensi sebagai geowisata di Gunung Sewu Geopark. UNESCO menyebutkan bahwa selain nilai estetika dan rekreasi, Gunung Sewu Geopark kaya akan keanekaragaman hayati, arkeologi, sejarah, dan aspek budaya. Budaya batu Pacitan mewakili artefak Paleolitik hingga Neolitik di Asia Tenggara yang sekitar 1.802 km2 wilayah tersebut berisi jejak-jejak permukiman prasejarah. Kajian yang dilakukan berupa analisis geomorfologi, struktur, serta litologi. Sementara itu, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus dan analisis terhadap data- data yang telah dipublikasikan sebelumnya. Gunung Sewu Geopark yang menjadi bagian dari warisan budaya dunia sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi pariwisata berbasis pengetahuan kebumian.