Villa Holly Pecatu direncanakan memiliki luas bangunan total sebesar 267,72 m2 terdiri dari dua buah kamar tidur, satu tempat tidur mezzanine, tiga buah kamar mandi, dapur, ruang tamu, kolam renang, parkir area, dan kolam jaqusi. Dengan fasilitas yang dijelaskan tadi, proyek Villa Holly ini memiliki nilai total proyek sebesar Rp1.233.514.686. Nilai RAB yang dikeluarkan oleh kontraktor ini tidak sejalan dengan budget yang disiapkan oleh owner, sehingga owner meminta kepada pihak kontraktor untuk melakukan analisis kembali agar biaya yang didapat tidak melebihi budget yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kembali biaya untuk mendapatkan penghematan harga namun tetap menjaga mutu. Metode Rekayasa nilai (Value Engineering) adalah suatu usaha yang dilakukan oleh kontraktor atau konsultan Value Engineering untuk melakukan analisa harga kembali, menghilangkan pekerjaan yang tidak diperlukan guna mendapatkan harga yng lebih efisien dengan alternatif pengganti yang memiliki mutu yang sama. Cara dalam Value Engineering dilakukan dengan dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP), selaian itu juga dengan cara mengumpulkan beberapa data dengan melakukan metode brainstroming atau bertukar pikiran dengan orang-orang yang terlibat di lapangan langsung, khususnya yang ahli pada bidangnya masing–masing, juga melakukan penyebaran kuisioner terhadap beberapa responden yang terlibat dilapangan. Sebelum melakukan analisis Value Engineering harus dilakukan perangkingan nilai terlebih dahulu. Hasil perangkingan akan menunjukkan pekerjaan yang akan dilakukan rekayasa nilai yaitu item pekerjaan finishing pada dinding, pekerjaan struktur atap, pintu dan jendela, dan finishing penutup lantai. Setelah diuji dengan lima tahapan Value Engineering, didapat alternatif material pengganti untuk desain awal yaitu pekerjaan dinding dengan bata ringan, pekerjaan struktur atap dengan struktur kayu meranti, pekerjaan pintu dan jendela menggunakan kayu meranti, dan pekerjaan penutup lantai dengan finishing semen polish. Analisis Value Engineering pada penelitian ini menghasilkan penghematan sebesar 51,10% dari nilai RAB sebesar Rp1.233.514.686. Dari hasil Value Engineering dengan menerapkan lima tahapan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Value Engineering atau rekayasa nilai membuat harga lebih efisien tanpa mengurangi mutu yang sudah ditetapkan dengan menerapkan lima metode Value Engineering.