Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SAGULING PALEONTOLOGY MUSEUM : CONSERVING OUR PAST, PRESENT, AND FUTURE Sukma, Rauliana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan industri di DAS (Daerah Alir Sungai) Citarum menyebabkan terjadinya pengalihan fungsi lahan hutan. Peralihan fungsi lahan ini diiringi oleh timbulnya kerusakan lingkungan setempat. Status daerah resapan kritis, peningkatan sedimentasi dalam jumlah yang besar, dan pencemaran air di Waduk Saguling yang berada di perbatasan Kecamatan Saguling dan Kecamatan Cipongkor merupakan hasil dari pertumbuhan yang tidak memerhatikan dampak terhadap lingkungan. Kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat potensi geologi unik yang melimpah di kawasan tersebut. Pengawasan terhadap pembangunan menjadi kunci untuk mempertahankan keberlangsungan dan kelestarian alam. Maka dari itu program perencanaan Geopark Radjamandala yang mencakup Kecamatan Saguling dihadirkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Dengan didapatkannya status geopark nasional di Indonesia, maka konservasi kekayaan geologi dapat dilakukan secara lebih efisien mengingat kawasan geopark memiliki status kawasan lindung. Diajukan sejak tahun 2018 dan belum terdapat kemajuan akan status geopark nasional bagi Geopark Radjamandala. Potensi geologi kawasan yang melimpah dan terdapatnya rancangan induk Geopark oleh pemerintah daerah merupakan beberapa syarat yang ada untuk penetapan status Geopark. Salah satu potensi geologi terletak di Pulau Sirtwo yang berada di Kawasan Waduk Saguling, dimana terletak penemuan fosil vertebrae dari zaman pleistosen dan masih banyak kekayaan geologi lainnya yang melimpah tersebar di Kabupaten Bandung Barat. Kata Kunci: Bandung Barat; Citarum; Fosil; Geopark; Pulau Sirtwo; Waduk Saguling