Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN RUMAH DUKA DAN MEMORIAL PARK DENGAN KONSEP ONE-STOP-FUNERAL-SERVICE DI KOTA CILEGON Hanlim, Febry Khesia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berduka merupakan pengalaman yang sangat pribadi dan kompleks, dengan reaksi emosional yang beragam setiap individu. Kehilangan seseorang dapat memicu berbagai perasaan negatif, termasuk kesedihan, kehilangan, dan rasa sakit batin. Kubler-Ross mengidentifikasi lima tahapan dalam proses berduka, yaitu denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance, yang membantu memahami perjalanan emosional yang dihadapi oleh individu yang berduka. Namun, dalam situasi kehilangan, keluarga yang ditinggalkan juga dihadapkan pada tuntutan praktis terkait proses pemakaman. Di Indonesia, pemakaman umumnya dilakukan melalui penguburan atau kremasi, sesuai dengan tradisi dan kepercayaan turun-temurun. Fasilitas pemakaman seperti krematorium, rumah duka, dan kolumbarium menjadi penting dalam proses penanganan kematian di luar upacara pemakaman. Kota Cilegon, sebagai kota dengan keragaman agama dan budaya, masih belum memiliki fasilitas rumah duka yang lengkap. Perancangan rumah duka dengan konsep one-stop-funeral service menjadi penting untuk mengetahui bagaimana merancang sebuah rumah duka yang menyediakan layanan kedukaan dengan konsep one-stop-service sehingga mampu memenuhi kebutuhan, mendukung, dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi keluarga yang berduka. Kata kunci: Kematian, Rumah Duka, Krematorium, Kolumbarium, Memorial Park