Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PUBLIC LIBRARY AS A SOCIAL SPACE OF SOCIETY IN KLATEN REGENCY Shofia, Ghina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, informasi, sosial, dan budaya, fungsiperpustakaan yang awalnya sebagai tempat penyimpanan informasi danpengetahuan, saat ini mulai mengalami perubahan fokus sebagai ruang sosial bagimasyarakat. Perubahan fokus ini dapat dikategorikan ke dalam dua hal yaitu peransosial dan komunitas, serta format informasi yang disimpan dalam perpustakaan.Selain itu, keberadaan perpustakaan secara fisik di tengah era digital saat ini, masihmenjadi sesuatu yang penting. Perpustakaan sebagai tempat ketiga memiliki peransebagai bangunan publik vital untuk mewadahi peningkatan peran sosial. Melihatadanya pergeseran fokus perkembangan fungsi perpustakaan, saya melihat adanyapotensi untuk mengembangkan desain perpustakaan umum. Ruang sosial yangmenjadi fokus utama pada perpustakaan umum dapat menjadi wadah parakomunitas dalam berbagi ide, sehingga menghadirkan perpustakaan umum yangdapat mewadahi kebutuhan sosial masyarakat merupakan tantangan saat ini. Dalammewujudkan perpustakaan yang dapat memenuhi ruang sosial masyarakatmemerlukan kriteria-kriteria pendukung yang didapatkan dari esensi sebuahperpustakaan dengan metode studi tipologi yang kemudian menjadi basis desaindalam perancangan ini. Dari studi tipologi ini menunjukkan bahwa ruang sosial pada perpustakaan dapat dikategorikan sesuai tingkat intensitasnya mulai dari low-average intensive, high intensive, dan format informasi yang berupa digital (virtual space). Ketiga unsur tersebut dipengaruhi oleh faktor boundaries, persebaran area, openness, enclosure, dan natural light. Oleh karena itu, perancangan perpustakaan umum ini mempertimbangkan beberapa potensial keyword yang telah dianalisis sehingga dapat mendukung interaksi sosial masyarakat sekitar.
A SENSORY READING OF SPATIAL EXPERIENCE FROM A FILM'S SETTING Shofia, Ghina; Harani, Arnis Rochma
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this article is to explore spatial experience through the lens of film settings. Films have been structured to depict a narrative about a space and its experiences to date. There have been few studies examining how a spatial setting in a film can evoke an architectural experience. Through the analysis of sensory-centered experiences derived from spatial settings in films, this paper aims to contribute to the understanding of architecture, particularly the relationship between the body and the space. Using a qualitative approach, this article discusses the film "Later We Tell About Today" (NKCTHI) through a case study. The spaces that are the settings in this film can be viewed as the user's experience of space. Based on the findings of this study, users' spatial experiences are influenced by the four senses of sight, smell, hearing, and touch. As a result of the degradation of lighting, users usually feel a change in their experience of space through the sense of sight, from initially being focused with high concentration to being visually uncomfortable and feeling alert. Using spatial reading methods, this article demonstrates that residents in film settings experience a variety of spatial experiences..Keywords:, Spatial experience, sense, atmosphere, spatial setting, sensoryAbstrak: Tulisan ini bertujuan untuk membaca spatial experience melalui penelusuran menggunakan setting film. Selama ini film disusun untuk menunjukkan adanya narasi mengenai suatu ruang dan pengalamannya. Belum banyak yang mencoba untuk mempelajari bagaimana suatu setting ruang dalam film dapat memberikan pengalaman arsitektur. Tulisan ini mencoba memperluas pemahaman experience yang berpusat pada sensori dari setting ruang dalam film, ini berpotensi memperkaya pengetahuan arsitektur khususnya hubungan antara body dan space. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pembahasan melalui studi kasus film yang berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” (NKCTHI). Ruang-ruang yang menjadi setting tempat dalam film ini dapat dibaca sebagai pengalaman ruang penggunanya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman ruang yang dirasakan oleh pengguna terkait dengan empat indra manusia sebagai pemicunya, yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, serta peraba. Melalui indra penglihatan, pengguna merasakan perubahan pengalaman ruang yang awalnya fokus dengan konsentrasi tinggi beralih menjadi ketidaknyamanan visual dan rasa waspada karena pengaruh degradasi pencahayaan. Tulisan ini menunjukkan adanya berbagai bentuk pengalaman ruang yang dirasakan penghuni pada setting film berbasis dari pembacaan ruang.Kata Kunci: ruang, pengalaman ruang, indra manusia