Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PUSAT PEMBERDAYAAN DAN REHABILITASI KORBAN KEKERASAN ANAK-ANAK Nur Fadhila, Yunita Salma
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Tengah. Data menunjukkan bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Tengah tergolong tinggi, terutama kasus kekerasan seksual. Beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini antara lain belum tersedianya shelter (rumah aman) bagi korban di beberapa daerah, terbatasnya SDM dalam mendampingi korban terutama psikolog, terbatasnya anggaran dalam penuntasan kasus, dan belum semua kasus terlaporkan karena masyarakat umum masih beranggapan bahwa kasus kekerasan merupakan ranah pribadi. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan membutuhkan tempat sebagai pemulihan dalam kesehatan mental untuk terus menjalani kehidupannya. Oleh karena itu, pentingnya wadah fasilitas pendukung untuk pemulihan dan perlindungan trauma bagi kekerasan seperti program layanan rehabilitasi, kesehatan, konseling, dan rumah aman. Dalam tantangan yang dilihat dari fenomena kekerasan anak yang ada di Jawa Tengah dan kurangnya fasilitas untuk anak yang aman bagi korban kekerasan, maka sebuah pelayanan pemberdayaan dan rehabilitasi yang optimal menjadi sebuah kebutuhan penting untuk penyintas. Kelompok anak-anak menjadi target yang akan ditampung karena pembentukan karakter dan penanganan agara hal buruk kedepannya dapat dihindari, yang menjadi tujuan utama dalam rehabilitasi sosial, rehabilitasi medis, dan terapi di lingkungan binaan ini dianggap akan mencapai hasil yang maksimal jika diberi ruang dan pendampingan yang aman. Maka dari itu, perlu adanya upaya untuk membangun Pusat Pemberdayaan dan Rehabilitasi Anak-Anak Korban Kekerasan dengan pendekatan Child Friendly Space (CFS) di Magelang. Tujuan dari pusat ini adalah untuk memberikan perlindungan, sekaligus pendidikan, dan pelatihan kepada anak-anak yang menjadi korban kekerasan.