Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intensitas Pengutipan Syair Jahiliah dalam Tafsir Al-Thabari: Analisis Intertekstualitas Julia Kristeva Muhaimin, Abd.
Jalsah : The Journal of Al-quran and As-sunnah Studies Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : LPPM IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jqs.v4i1.759

Abstract

Kitab Tafsir al-Thabari, Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, sering disebut sebagai tafsir ensiklopedis karena memuat berbagai sumber dan membicarakan ayat per ayatnya dari berbagai aspek dan sudut pandang keilmuan. Dari sisi bermacam sumber yang digunakan, syair jahiliah juga ditemukan jejaknya di sini. Sejauh penelusuran penulis, hampir di setiap penafsiran ayat, syair jahiliah dikutip di dalamnya. Penggunaan syair jahiliah sebagai sumber tafsir, dari klasik hingga kontemporer, menjadi pro-kontra di kalangan cendikiawan studi Al-Qur’an. Salah satu tokoh yang keras menolak pengaplikasian syair jahiliah untuk menafsirkan Al-Qur’an adalah Thaha Husain, Muhammad as-Sadiq Afifi dan Ahmad Samuel Vitch. Di samping itu, tokoh yang pro membolehkan penggunaannya dengan syarat hanya dijadikan pendukung, seperti Muhammad Ulinnuha dan M. Quraish Shihab. Penelitian ini akan mengajukan dua persoalan: Pertama, bagaimana pandangan al-Thabari dalam menafsiran ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan syair Arab jahiliah; lalu Kedua, Seperti apa bentuk-bentuk pengutipan syair jahiliah dalam penafsiran al-Thabari tersebut. Dari tujuan ini, teori hermeneutika intertekstualitas Julia Kristeva akan dipakai untuk pisau analisis. Dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan historis-filosofis, penelitian ini akan menghasilkan: Pertama, pengutipan syair oleh al-Thabari cukup intensif; dan Kedua, dari analisis bentuk-bentuk yang ada, dapat disimpulkan empat kategori tujuan pengutipan syair jahiliah yaitu: makna kata, uslub, fashahah, dan qira’at.
Waqf Sukuk as an Alternative Financing Instrument for Specialized Health Services: within the Islamic Health Insurance System Ayu Qamariya; Muhaimin, Abd.
ZAWA: Management of Zakat and Waqf Journal Vol. 5 No. 2 (2025): ZAWA: MANAGEMENT OF ZAKAT AND WAQF JOURNAL
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/zawa.v5i2.16064

Abstract

The National Health Insurance (JKN) program managed by BPJS Kesehatan aims to achieve equitable healthcare services for all Indonesian citizens. However, in its implementation, this system still faces serious obstacles related to funding sustainability, such as recurring budget deficits and delays in payment of claims to healthcare facilities. This situation demonstrates the urgency of finding a more stable alternative funding source. This qualitative research using a desk study method offers Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) or sukuk waqf as an innovative solution to strengthen the sharia-based healthcare financing system. The results reveal that the integration of sukuk investment instruments and the philanthropic values of waqf can create a productive financing model while having a strong sociospiritual impact. Theologically, the implementation of CWLS supports the principles of maqasid al-shari'ah, particularly in safeguarding life (hifz al-nafs) and wealth (hifz al-mal). Despite its great potential, the implementation of sukuk waqf in the health sector still faces real challenges, including limited regulations, low levels of Islamic financial literacy in the community, and suboptimal institutional coordination between the government, financial institutions, and waqf management bodies