ABSTRAKSelain menambah literatur, memperkaya khazanah pengetahuan mahasiswa Jurnalistik, praktisi media, dalam sejarah pesuratkabaran. Tidak sedikit para insan pers maupun mahasiswa jurnalistik yang belum mengetahui para tokoh pers yang telah berjasa bagi negara Indonesia khususnya di dunia pers nasional, tentu perlu adanya penelitian serupa demi menambah pengetahuan akan sejarah dan para tokoh pers nasionalPeneliti menggunakan kajian pustaka dengan mengumpulkan sejumlah data primer dan sekunder sebagai data utama lewat buku, jurnal dan format surat kabar yang pernah dipimpin Marco sebagai penunjang, metode penelitian yang dipakai, yakni deskriptif analitis, memberikan gambaran secara akurat dan teliti tentang propaganda Marco Kartodikromo melawan praktik kolonialisme Hindia Belanda lewat surat kabar.Hasil penelitian tersebut menggambarkan siapa itu jurnalis Marco Kartodikromo. Jurnalis yang membela bangsanya demi penyamarataan hak dan status sosial perempuan di Hidia Belanda yang dijadikan budak sesksual. Bukan saja perampasan hak perempuan, manusia Hindia Belanda di kotak-kotakkan menurut status sosial, ras, dan jenis kelamin. Boemipoetra sebagai pewaris tanah Hindia Belanda sedari nenek moyang, menjadi orang asing di tanah sendiri. Pengaruh Marco Kartodikromo; pikiran dan propaganda lewat sejumlah surat kabar: Medan Prijaji, Sarotomo, Sinar Djawa-Sinar Hindia dan Doenia Bergerak. Surat kabar yang diawaki Marco berorientasi selain memberikan informasi, mendidik, mempengaruhi bangsanya, moto penggerak sekaligus seorang mediator atau utusan yang melihat keadilan ekonomi, pendidikan, budaya dan politik di Hindia Belanda. Surat kabar Marco Kartodikromo terbit secara periodesitas, juga terbatas bahkan bangkrut dalam satu sampai dua tahun (karena sering berpolemik), namun materi dan isinya mencakup peristiwa yang luas, ditujukan untuk kepentigan masyarakat dan memegang nilai etika dan moral dalam menjalankan tugas profesional jurnalistik. Selain wadah pertukaran komentar dan kritik, meyebarkan berita aktual yang dipercaya, lengkap sekaligus mencerdaskan bangsa Hindia Belanda. Jas Merah uber alles! (Di atas segalanya). Kata Kunci: Propaganda, Marco Kartodikromo, Surat Kabar, Kolonialisme, Hindia Belanda.