Artanto, Muhammad Fattah Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Masyarakat Muna yang Berfungsi Sebagai Upaya Pencegahan Intoleransi Artanto, Muhammad Fattah Dwi; Novira, Ade
PUSAKA Vol 11 No 1 (2023): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia yang berciri heterogen senantiasa dirawat, dihargai, dan dipertahankan secara konsisten. Heterogenitas Indonesia mencakup budaya, suku, agama, bahasa, tradisi dan lain-lainnya seluruhnya terikat dalam bingkai persatuan yang didasari dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan. Tulisan ini membincangkan kearifan lokal dalam masyarakat Muna yang terkait dengan nilai pencegahan intoleransi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara nilai kearifan lokal yaitu: 1) poangka-angka tau; 2) popia-piara; 3) pomasi-masigho dalam upaya pencegahan sikap intoleransi dan untuk mengetahui bagaimana cara nilai kearifan lokal, poangka-angka tau, popia-piara, dan pomasi-masigho dapat meresap masuk ke dalam jiwa setiap orang untuk mencegah sikap intoleransi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan instrument peneliti itu sendiri sebagai instrument kunci, dengan pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal nilai yaitu: poangka-angka tau, popia-piara, dan pomasi-masigho di Muna Barat dapat mencegah masyarakat Muna Barat dari sikap intoleransi, karena nilai ini memiliki makna saling memahami, saling memelihara dan saling menyayangi, yang merupakan bagian dari sikap toleransi antar sesama, sehingga jika nilai poangka-angka tau, popia-piara, pomasi-masigho tertanam dalam jiwa suatu individu hal ini akan mencegah terjadinya sikap intoleransi. Nilai poangka-angka tau, popia-piara, dan pomasi-masigho diinternalisasikan melalui lingkungan dikeluarga, nilai ini paling pertama di ajarkan oleh orang tua sedari kecil dan didukung dengan kebiasaan seseorang melalui pendidikan di sekolah, diajarkan oleh guru dan juga melalui tradisi Suku Muna Barat yaitu pokadulu.