Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menuju Pertumbuhan Berkualitas: Peran Kunci Pemerintah dalam Mendorong Industri Feedlot di Indonesia Wibisono Chandra; R. Nunung Nuryartono; Yandra Arkeman; Zenal Asikin
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 2 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0602.849-855

Abstract

Kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri feedlot menjadi aspek penting dalam mengevaluasi efektivitas, mengidentifikasi hambatan yang mungkin dihadapi, dan merumuskan solusi yang diperlukan untuk meningkatkan produksi di tempat pemberian pakan ternak. Keterlibatan pemerintah dalam menetapkan regulasi yang bijaksana, insentif yang sesuai, dan dukungan infrastruktur dapat memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri feedlot. Pemahaman mendalam terhadap kerangka kebijakan, keterlibatan aktif dengan pemangku kepentingan, serta responsif terhadap perubahan dalam dinamika industri yang secara esensial untuk mengoptimalkan pengembangan industri feedlot yang berkelanjutan dan efisien. Kebijakan pemerintah yang tidak produktif bertanggung jawab atas penurunan dan deindustrialisasi berkelanjutan dalam industri sapi lokal. Pemerintah perlu melakukan penyederhanaan regulasi untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, meminimalkan birokrasi, dan meningkatkan kejelasan prosedur. Implementasi kebijakan yang berlaku untuk impor harus diprioritaskan dalam penyusunan kebijakan terkait pengembangan usaha peternakan sapi di Indonesia. Sektor feedlot di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan memenuhi lebih banyak permintaan daging sapi dunia. Sektor feedlot merupakan mata rantai kritis dalam pasokan daging sapi yang memberikan peluang untuk meningkatkan produksi daging sapi secara efektif. Pasokan dan biaya daging sapi berdampak langsung pada peningkatan produktivitas feedlot dan juga mendorong ekspansi seluruh industri sapi di Indonesia.
Strengthening Indonesia’s Beef Supply Chain Resilience: Strategic Business Model Development For Cattle Fattening Wibisono Chandra; R. Nunung Nuryartono; Yandra Arkeman; Zenal Asikin
Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 22 No. 3 (2025): JMA Vol. 22 No. 3, November 2025
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.22.3.331

Abstract

Background: Indonesia’s beef feedlot industry plays a strategic role in national food security; however, it remains constrained by persistent feed shortages, fragmented supply chains, and inconsistent regulatory frameworks. Existing studies have examined these challenges separately but have not produced an integrated strategic business model that aligns policy, technology, markets, and multi-stakeholder collaboration to address them.Purpose: This study aims to develop a Strategic Business Model Canvas (SBMC) to improve the resilience, sustainability, and competitiveness of Indonesia’s feedlot industry by integrating policy coherence, technological adoption, market strengthening, and Quadruple Helix collaboration.Design/methodology/approach: A qualitative, field-based design was employed using expert interviews, open-ended questionnaires, field observations, and policy document analysis. Data were collected from 20 key stakeholders representing government, industry, academia, and farmer groups across East Java. Open and axial coding were used to identify systemic bottlenecks, which were then mapped into the SBMC framework and validated through methodological triangulation.Findings/Result: Four structural constraints were identified—feed availability gaps, supply chain inefficiencies, regulatory fragmentation, and weak stakeholder coordination. The proposed SBMC introduces strategic levers including local feed innovation, digital traceability, improved breeder–feedlot integration, and cross-sector partnerships. These mechanisms enhance value creation, reduce import dependency, and strengthen system resilience in line with ESG-oriented agribusiness transformation.Conclusion: The SBMC developed in this study provides a theory-informed and stakeholder-validated framework that bridges policy design and operational realities in Indonesia’s feedlot sector. It offers a practical roadmap for achieving a more inclusive, resilient, and sustainable beef supply chain.Originality/value (State of the art): This study is the first to develop an empirically grounded SBMC for the Indonesian feedlot industry by integrating the Quadruple Helix model with strategic dimensions of policy, market, technology, and governance. It provides a comprehensive transformation framework with clear operational implications for achieving national food sovereignty. Keywords: food sovereignty, inclusive agribusiness, Indonesia beef cattle industry, strategic Business Model Canvas (SBMC), quadruple helix collaboration