Tujuan dari penelitian ini adalah, 1) mengetahui peningkatan kelincahan setelah diberikan latihan ladder drills, 2) mengetahui peningkatan kelincahan setelah diberikan latihan conedrills, 3) mengetahui perbedaan peningkatan kelincahan setelah diberikan latihan ladder drills dan cone drills. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif komparatif, yaitu membandingkan kedua latihan yang berbeda dan sampel 30 atlet denganmenggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data ini menggunakan instrumen court agility test sebanyak dua kali. Setelah diberikan latihan 16 kali pertemuan selanjutnya data dianalisis menggunakan uji t-paired dan uji t-independent. Hasil penelitian,1) kelompok ladder drills diperoleh thitung 7,3 > ttabel 2,145 berdasarkan (df)= 14 taraf signifikan 0,05 H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan kelincahan setelah diberikan latihan ladder drills, 2) kelompok latihan cone drills diperoleh1 thitung 7,5 > ttabel 2,145 berdasarkan (df)= 14 tarafsignifikan 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan kelincahan setelah diberikan latihan cone drills. 3) Tes akhir latihan ladder drills dan cone drills diperoleh thitung 0,116 < ttabel 2,048 berdasarkan (df)= 28 taraf signifikan 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak dapatdisimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang (signifikan) dari latihan ladder drills dan cone drills. Namun, berdasarkan rata-rata tes akhir ladder drills 11,44 dengan cone drills 11,19 terdapat perbedaan bahwa rata-rata cone drills lebih baik terhadap peningkatan kelincahan atlet KOP Bulutangkis UNJ.