Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALYSIS OF POTENTIAL CONTAMINATION RISKS IN THE BEVERAGE PRODUCTION PROCESS OF TASTEA OUTLET URIPSUMIHARJO MAKASSAR WITH THE SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) AND HOUSE OF RISK (HOR) APPROACHES Rania, Andi; Nusran , Muhammad; Hafid , Muhammad Fachry
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The beverage industry in Indonesia continues to experience significant growth every year, with a growth of 3.57 percent in the third quarter of 2022 compared to the same period the previous year. Contemporary beverages, such as bubble tea, iced coffee milk, and milktea, are the main trends in the Indonesia beverage market which are synonymous with innovation and ease of consumption. Amid its popularity, contemporary beverages face new challenges related to the risk of contamination during production, storage, and distribution. This research focuses on the Tastea outlet in Uripsumiharjo, Makassar, as a case study that represents a common practice in the industry. Tastea has problems in the form of variations in customer requests that are often complicated can increase the risk of errors in handling ingredients and serving beverages, therefore it is necessary to conduct a contamination risk analysis including evaluation of tastea outsourcing management, raw materials, sanitation procedures, and the use of serving tools. By applying the Supply Chain Operation Reference (SCOR) and House of Risk (HOR) methods, the research aims to identify and reduce potential contamination risks in the supply chain as well as improve the safety and quality of beverages served to customers. Based on the SCOR model, the analysis includes the process of planning, material receipt, manufacturing, delivery, and return. Key risks include misplanning production, facility unpreparedness, and transportation issues that can disrupt daily stock availability. Meanwhile, from risk identification, 18 potential risks were identified by severity and event assessment. This includes changes in demand, transportation disruptions, lack of sterilization, and problems with beverage ingredients.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS TEPUNG TERIGU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PT.EPFM B, Muh. Refli; Rauf , Nurhayati; Hafid , Muhammad Fachry
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 12 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Dalam menghasilkan dan mempertahankan kualitas produk maka diperlukan pengendalian kualitas yang efektif pada aktifitas proses produksi, agar perusahaan dapat meminimalisir dan mecegah kecacatan produk. Pengendalian kualitas dapat diartikan sebagai metode pengendalian terhadap keistimewaan, totalitas dan karakteristik dari suatu produk yang berhubungan dengan hasil dari kemampuan produk untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Terigu merupakan bahan baku utama dari industri makanan, terigu sebagian besar digunakan oleh industri pengolahan makanan termasuk oleh industri skala kecil. Pembuatan tepung terigu harus menggunakan bahan baku biji gandum yang belum mengalami kerusakan mekanis, biologis maupun mikribiologis. Biji gandum yang akan digiling harus memenuhi standar mutu yang berlaku bagi biji. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya Deffect Per Million Opportunity (DPMO) Nilai Six Sigma menggunakan metode Six Sigma dan mengetahui usulan perbaikan untuk meminimalkan produk cacat pada pembuatan Terigu Kompas PT. Eastern Pearl Flour Mills Makassar.Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC. Temuan/Hasil: Adapun hasil yang diperoleh dengan metode six sigma melalui tahap Define, Measure, Analyze, Improve. Nilai Defect Per Million Opportunity (DPMO) sebesar 10.423 dengan nilai sigma sebesar 3,08. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk tepung terigu perlu dilakukan perbaikan. Adapun usulan tindakan perbaikan yaitu melakukan pengawasan yang lebih ketat kepada karyawan, melakukan pengecekan material setiap material datang yang lebbih ketat dan teliti, melakukan perawatan mesin secaran berkala dan instruksi kerja harus dijalankan secara baik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pengukuran dari jumlah produksi dengan menggunakan metode six sigma ditemukan produk yang tidak sesuai dengan ketentuan perusahaan dengan nilai DPMO sebesar 10.423 dan berapa pada sigma 3,08.