Heriyanto, Bambang
Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji ELISA untuk Deteksi Japanese Enchepalitis (JE) dari Kasus Ensefalitis di 5 Provinsi di Indonesia Tahun 2014 Subangkit, Subangkit; Sembiring, Masri Maha; Heriyanto, Bambang; Setiawaty, Vivi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 26, No 3 (2016)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v26i3.4819.157-162

Abstract

Japanese Enchepalitis is one of viral infection that became health problem in Asia, including Indonesia.The information of JE cases are rare since the symptoms are very wide and JE is not familiar amongclinicians. This study aims to describe the JE cases from enchepalitis outbreak. A total of 19 samplesconsisting of serum and CSF specimens collected during 2014 was obtained from reports JE outbreaksof five provinces (Banten, Central Java, West Kalimantan, North Sulawesi and North Sumatera). Themain symptoms were fever (100%), loss of consciousness (58%), confuse (53%), paralyzed (32%) andseizure (21%). The laboratory test results found two cases with positive IgM JE, two cases equivocaland 15 negative. From this preliminary results we concluded that 2 out of 19 suspected cases werepositive JE that came from Landak District in West Kalimantan and Manado District in North Sulawesi.Keywords: Japanese Enchepalitis, IgM, ELISA AbstrakJapanese Enchepalitis (JE) adalah salah satu penyakit ensefalitis yang disebabkan oleh virus dan merupakan masalah kesehatan di Asia, termasuk di Indonesia. Data JE di Indonesia masih sangat minim, karena diagnosis klinis yang cukup luas dan belum terpaparnya para klinisi tentang kasus JE. Penelitian ini bertujuan memaparkan secara dekriptif hasil Kejadian Luar Biasa (KLB) JE di Indonesia. Sampel penelitian ini adalah kasus KLB JE sepanjang tahun 2014. Spesimen diperiksa dengan menggunakan metode ELISA Capture IgM JE, sementara gejala klinis dianalisis secara deksriptif. Hasil penelitian terdapat 19 kasus KLB JE selama tahun 2014 yang berasal dari 5 Provinsi yaitu Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Sumatera Utara. Gejala klinis utama penderita kasus JE adalah panas (100%), diikuti dengan penurunan kesadaran (58%), perubahan status mental (53%) dan lumpuh (32%) serta kejang-kejang(21%). Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap antibodi IgM JE menunjukkan terdapat 2 kasus positifJE, 2 Equivokal dan 15 Negatif. Kesimpulan penelitian ini selama tahun 2014 dilaporkan 19 kasus KLBJE, dengan 2 kasus positif JE yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat (Kabupaten Landak) danSulawesi Utara (Kota Manado).Kata Kunci: Japanese Enchepalitis, IgM, ELISA