Kadaryati, Kadaryati Kadaryati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI PERJAMUAN KHONG GUAN KARYA JOKO PINURBO DAN MODUL AJARNYA DI KELAS XII SMA Fernandika, Noval Noval; Kadaryati, Kadaryati Kadaryati; Setyorini, Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Puisi merupakan wahana penyampaian ide atau gagasan seorang penyair untuk mengungkapkan kondisi sosial masyarakat. Puisi menjadi media efektif untuk menyampaikan kritik masyarakat melalui diksi dan gaya bahasa yang estetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: 1) kritik sosial dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo; dan 2) modul ajar kritik sosial dalam kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo di kelas XII SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Selain itu, teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kritik sosial kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo meliputi: kritik sosial masalah politik, kritik sosial masalah agama, kritik sosial masalah teknologi, kritik sosial masalah budaya, kritik sosial masalah moral, kritik sosial masalah keluarga, dan kritik sosial masalah pendidikan; 2) modul ajar kritik sosial dalam kumpulan puisi dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab serta menggunakan model pembelajaran Problem Basic Leraning (PBL) dengan tujuan menggambarkan proses hasil pembelajaran sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) pada kurikulum merdeka, dan menggunakan Alur dan Tujuan Pembelajaran (ATP) 12.13. peserta didik menuliskan tanggapan atau ulasan terhadap karya sastra yang dibaca dalam bentuk kritik sastra dan mempublikasikannya di media cetak maupun digital.Kata kunci: puisi, kritik sosial, modul ajar.
ANALISIS NILAI BUDAYA JAWA DALAM NOVEL WIGATI; LINTANG MANIK WORO KARYA KHILMA ANIS DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XII SMA Nisa, Zulfatun Nisa; Kadaryati, Kadaryati Kadaryati; Purwanto, Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel Wigati; Lintang Manik Woro karya Khilma Anis menggambarkan kekayaan budaya Jawa yang terdapat dalam cerita novel tersebut. Novel tersebut memberikan pengalaman budaya kepada pembaca terkait dengan kehidupan masyarakat Jawa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya Jawa dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi nilai budaya Jawa yang ada dalam novel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga berkaitan dengan relevansi pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif, menggambarkan secara rinci nilai budaya Jawa yang ada dalam novel dan mempertimbangkan sejauh mana hal tersebut dapat mendukung pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel yang dikaji terdapat nilai budaya Jawa yang meliputi: (a) menerima takdir atau nrima,(b) pekerjaan, (c) memanfaatkan waktu yang tersedia, (d) sopan santun, (e) gotong royong, (f) tolong menolong, (g) silaturahmi, (h) peduli terhadap sesama, (i) taat kepada orang tua, (j) saling memaafkan, (k) peduli lingkungan, (l) memanfaatkan alam  dan relevansinya sebagai pembelajaran sastra di kelas XII SMA meliputi: (a) ketercapaian tujuan jangka panjang pembelajaran sastra yaitu siswa mempunyai apresiasi tinggi terhadap karya sastra; (b) ketercapaian Kompetensi Dasar yaitu siswa dapat menganalisis teks novel melalui tulisan; (c) novel sesuai sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di kelas XII SMA.Kata kunci: nilai budaya Jawa, novel, relevansi pembelajaran Abstract: Abstract: Novel Wigati; Lintang Manik Woro by Khilma Anis describes the richness of Javanese culture contained in the novel's story. The novel provides cultural experiences to readers related to the life of the Javanese people. Therefore, this study aims to analyze Javanese culture and its relevance as material for learning literature in class XII SMA. This study uses a qualitative approach with content analysis method to identify the Javanese cultural values contained in the novel. In addition, this research is also related to the relevance of learning literature in class XII SMA. The data were analyzed using a descriptive technique, describing in detail the Javanese cultural values contained in the novel and considering the extent to which this could support the learning of literature in class XII SMA. The results of this study indicate that in the novel studied there are Javanese cultural values which include: (a) accepting destiny or acceptance, (b) work, (c) making use of available time, (d) courtesy, (e) mutual cooperation, ( f) helping each other, (g) friendship, (h) caring for others, (i) obeying parents, (j) forgiving each other, (k) caring for the environment, (l) utilizing nature and its relevance as learning literature in class XII Senior high school includes: (a) achieving the long-term goal of learning literature, namely that students have a high appreciation of literary works; (b) achievement of Basic Competency, namely students can analyze novel texts through writing; (c) novels are suitable as teaching materials for learning literature in class XII SMA.Keywords: Javanese cultural values, novels, the relevance of learning
MENELUSURI MAKNA PUISI BERSAMA HENDRA GUNAWAN KE TRUNYAN KARYA WARIH WISATSANA: ANALISIS SEMIOTIK DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN DIKSI DI SMA KELAS X Utami, Finta Lisa; Kadaryati, Kadaryati Kadaryati; Purwanto, Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Bersama Hendra Gunawan ke Trunyan karya Warih Wisatsana merupakan karya sastra yang memperlihatkan kompleksitas dalam penggunaan simbol dan tanda-tanda dalam proses komunikasi. Puisi ini menggambarkan perjalanan seseorang bersama sahabatnya bernama Hendra Gunawan ke Trunyan, suatu tempat sarat dengan simbol dan makna budaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) analisis semiotik puisi Bersama Hendra Gunawan ke Trunyan; dan (2) relevansinya sebagai materi pembelajaran diksi di SMA kelas X. Sumber data penelitian ini berupa baris-baris dalam puisi Bersama Hendra Gunawan ke Trunyan. Pengumpulan data menggunakan teknik teknik simak dan catat. Instrumen dalam penelitian ini yakni kartu pencatat data yang digunakan untuk mencatat data-data semiotik. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) analisis semiotik puisi Bersama Hendra Gunawan ke Trunyan mencakup: (a) kode hermeneutik meliputi: tempat apa yang dikunjungi, dan apa tujuan berkunjung?; (b) kode semik (konotasi) meliputi: menggambarkan keadaan atau suasana tempat; (c) kode simbolik meliputi: menyimbolkan keunikan dan adat istiadat, simbol kematian; (d) kode proaretik meliputi: tindakan melompat, dan bertanya; (e) kode gnomik meliputi: budaya Hindu; dan (2) relevansinya sebagai materi pembelajaran diksi di SMA kelas X pada TP (Tujuan Pembelajaran) memahami diksi dalam teks puisi yang dibacakan dengan kritis dan reflektif.