This Author published in this journals
All Journal Jurnal Politique
Mukaukabah Alwadlo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Rekrutmen Calon Legislatif Perempuan: Studi Kasus Strategi Rekrutmen Calon Legislatif Perempuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Gresik dalam Pemilu 2019) Mukaukabah Alwadlo
Journal Politique Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2021.1.2.24-44

Abstract

Dalam rekrutmen yang dilakukan partai politik sendiri yakni untuk mendapatkan gambaran tentang sejauh mana makna strategi rekrutmen PPP dalam meningkatkan partisipasi perempuan menjadi caleg perempuan pada pemilu 2019 studi kasus DPC PPP Gresik, Penyusunan artikel ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, strategi rekrutmen caleg yang dilakukan PPP Gresik adalah 1) membentuk Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2), 2) sosialisasi pendaftaran caleg, 3) penentuan nomor urut dan dapil caleg pembekalan caleg, 4) forum konsultasi pemenangan caleg, 5) bantuan alat peraga kampanye, 6) penyediaan saksi per TPS, 7) evaluasi progress report caleg. Partai politik akan melakukan rekrutmen sebaik baiknya dan seketat mungkin sehingga bakal caleg yang lolos benar – benar terbaik. Selain itu terdapat mekanisme khusus untuk mendaftar ke DPC yang paling penting yakni setiap caleg yang mau mendaftar harus beragama islam, bisa memperjuangkan visi misi ke masyarakat. Sedangkan faktor salah satu penghambat Strategi Rekrutmen Caleg Perempuan yakni minimnya minat perempuan untuk mencalonkan diri, minimnya pengetahuan dan keterampilan berpolitik, kurangnya dana kampanye, minimnya jaringan social dan keterbatasan waktu kampanye dan hambatan eksternal antara lain. Pandangan masyarakat terhadap caleg perempuan masih kurang baik atau masih meremehkan adanya pemimpin perempuan.