This Author published in this journals
All Journal Spektrum Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA DERAJAT KEJENUHAN DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (Studi Kasus Jalan Kyai Muntang Wonosobo): Analysis of the Degree of Saturation and Vehicle Operational Costs (Case Study of Kyai Muntang Road, Wonosobo) Muyassaroh, Bariatul; Ummul A, Nur Rizka; Maulani S, Azza
Spektrum Sipil Vol 11 No 2 (2024): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v11i2.366

Abstract

Hambatan samping dapat menyebabkan penurunan kecepatan lalu lintas, yang selanjutnya menimbulkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Hambatan samping yang dimaksud adalah pejalan kaki/pedestrian, kendaraan parkir/berhenti, kendaraan keluar/masuk dan kendaraan lambat. Faktor hambatan samping yang paling besar menyebabkan kemacetan adalah yang faktor disebabkan oleh parkir kendaraan dan kendaraan keluar masuk. Penurunan kecepatan kendaraan akibat kemacetan berdampak pada peningkatan waktu dari waktu tempuh yang seharusnya. Ketika terjadi kemacetan pada suatu lajur, maka terjadi kerugian waktu tempuh yang dialami oleh para pengendara. Meningkatnya BOK (biaya operasional kendaraan) perkotaan akan berakibat pada peningkatan biaya kemacetan yang berkaitan dengan nilai kegiatan masyarakat perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa akibat pengaruh hambatan samping terhadap kinerja jalan pada ruas jalan dan perbandingan biaya operasional kendaraan tersebut berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Berdasarkan hasil analisis perhitungan nilai derajat kejenuhan 1,22 dimana angka tersebut sudah termasuk jenuh, sehingga kecepatan yang dihasilkan kendaraan tergolong lambat. Derajat kejenuhan 1,22 memiliki indeks tingkat pelayanan F : kondisi arus lalu lintas yang terhambat, kecepatan rendah, volume di bawah kapsitas, banyak berhenti. Besarnya kerugian BOK akibat aktivitas dibadan jalan mencapai 3%.