Masalah yang terjadi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor adalah mengenai pemasaran, seperti pada UMKM Rengginang 2jett dan Kopi BUJAL (BUMDES Jaya Laksana). Adapun beberapa faktor yang menyebabkannya yaitu masih kurangnya pengembangan dan pendampingan unit usaha menengah kecil masyarakat (UMKM) di Desa Wates Jaya Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, sehingga masih banyak UMKM yang belum berkembang, bahkan tidak memproduksi lagi. Selain itu, masih kurangnya pemahaman masyarakat akan pemasaran dan pengembangan bisnis berbasis online. Pemanfaatan antara Sumber Daya Manusia (SDM) yang dirasa belum cukup optimal dalam pengelolaan beberapa produk UMKM. Solusi yang diberikan adalah memberikan pendampingan kemitraan pemasaran untuk pelaku UMKM rengginang dan kopi berupa pendampingan dan pelatihan pemasaran. Diharapkan program pendampingan kemitraan UMKM ini diharapkan bisa menjadi solusi ditengah situasi dan kondisi terkini bagi para pelaku UMKM setempat dimana penulis melakukan PKM. Tujuan dari program ini yaitu untuk mengembangkan mitra pemasaran produk rengginang dan kopi desa Wates Jaya. Metode pelaksanaan yang dilakukan penulis yaitu melakukan wawancara dan diskusi terhadap pemilik UMKM tentang kondisi saat ini di tengah kondisi pandemi COVID-19. Serta melakukan pelatihan dan pendampingan pemasaran berbasis online. Sehingga pendapatan pelaku UMKM dapat meningkat melalui peningkatan pemasaran dan juga meningkatkan dalam pengetahuan dan keterampilan. Hasil yang didapat oleh pelaku UMKM rengginang dan kopi dari program ini yaitu sudah memiliki mitra untuk usahanya, yaitu mitra bahan baku dan mitra pemasaran untuk produk rengginang dan kopi. Dan produk UMKM rengginang dan kopi sudah mempunyai toko online yang bisa digunakan sebagai media pemasaran online agar dapat memasarkan produknya secara luas dan pendapatan juga meningkat.