Tjahja, Raden
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Overview of Midwives’ Knowledge of Postpartum Bleeding to Reduce Maternal Mortality Rate In Working Area at Pelabuhan Ratu Hospital Apriliyani, Sinta Nur; Tjahja, Raden
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i2.705

Abstract

Introduction:The Maternal Mortality Rate indicator shows the level of risk of maternal death during pregnancy, childbirth, and the postpartum period per 100,000 live births in a given area over a certain period. According to the district health profile report, Maternal deaths in 2023 reached 792 cases or 96.89 per 100,000 live births, an increase of 114 cases compared to 2022 which recorded 678 cases. In 2022 Sukabumi district common causes of maternal death are hemorrhage 14 case and 7 case in 2023Methods:Study used a descriptive approach with a cross-sectional design involving 74 midwives. The sampling technique was random sampling. Data were obtained through the use of questionnaires that focused on the variable of knowledge about postpartum hemorrhage. Data analysis was performed using the univariate analysis method.Results:It was found of 74 midwives in the working arae of Pelabuhan Ratu Hospital, the majority were 31-35 years old (43.2%), had D3 Midwifery educational background (59.5%), and had 11-15 years of work experience (33.8%). In addition, 77% not attended PPGDON training. Most midwives (55.4%) had a good understanding of postpartum hemorrhage. Conclusion:The majority of midwives in working area at Pelabuhan Ratu Hospital have good knowledge about postpartum hemorrhage.Gambaran Pengetahuan Bidan tentang Perdarahan Pascapersalinan untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu di Wilayah Kerja RSUD Pelabuhan RatuAbstrakPendahuluan: Indikator Angka Kematian Ibu menunjukkan tingkat risiko kematian ibu pada masa kehamilan, persalinan, dan masa nifas per 100.000 kelahiran hidup di suatu wilayah selama periode tertentu. Berdasarkan laporan profil kesehatan daerah, kematian ibu pada tahun 2023 mencapai 792 kasus atau 96,89 per 100.000 kelahiran hidup, Hal ini meningkat 114 kasus dibandingkan tahun 2022 yang tercatat 678 kasus. Di Kabupaten Sukabumi tahun 2022 penyebab kematian ibu terbanyak adalah perdarahan 14 kasus dan tahun 2023 menjadi 7 kasus.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 74 bidan. Teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Data diperoleh melalui penggunaan kuesioner yang berfokus pada variabel pengetahuan tentang perdarahan postpartum. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis univariat.Hasil: Ditemukan dari 74 bidan di wilayah kerja RS Pelabuhan Ratu, mayoritas berusia 31 – 35 (43,2%), berlatar belakang pendidikan D-3 Kebidanan (59,5%), dan memiliki pengalaman kerja 11 – 15 (33,8%). Selain itu, 77% tidak mengikuti pelatihan PPGDON. Sebagian besar bidan (55,4%) memiliki pemahaman yang baik mengenai perdarahan pascapersalinan. Kesimpulan: Mayoritas bidan di wilayah kerja RS Pelabuhan Ratu memiliki pengetahuan yang baik tentang perdarahan postpartum.Kata kunci: Bidan, Perdarahan Pascapersalinan, Pelabuhan Ratu
Case Report: Cesarean Scar Pregnancy in 8 Weeks Pregnancy with History of Recurrent Pregnancy Loss Apriliyani, Sinta Nur; Adinata, Devin Gifarry; Tjahja, Raden
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 3 November 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i3.688

Abstract

Introduction: Caesarean scar pregnancy is a complication in early pregnancy implants gestational sac in the myometrium and fibrous tissues at the site of a previous uterine scar. Recurrent pregnancy loss defines loss as two or more pregnancies that do not have to be consecutive. This condition presents a substantial risk for severe maternal morbidity and associated with psychological aspects.Case Illustration: Mrs. D 37 years old, G6P2A3 in her 8 weeks pregnancy. With significant lower abdominal pain and vaginal bleeding occurs for two days in the beginning of pregnancy. Blood pressure of 70/50mmHg, pulse rate of 100x/min, respiration rate of 22x/min, temperature of 36,6°C, SpO2 of 100%, hemoglobin of 10,7 gr/dL. Abdominal examination was significant for rebound tenderness on lower abdomen. Transvaginal ultrasound which showed a fetus in uterine cavity and a moderate amount of free fluid in intraperitoneal cavity. Upon surgery, 1000cc of blood was found pooled in the peritoneal cavity, and laceration with length of 2 cm, about 5 cm below the uterine fundus.Conclusions: Caesarian scar pregnancy incident is increasing, as a result of high caesarian delivery rate, so the clinician should always ask for the past obstetrical history, particularly in patient with recurrent pregnancy loss with curettage procedure.Laporan Kasus:Kehamilan Bekas Luka Sesar pada Kehamilan 8 Minggu dengan Riwayat Keguguran BerulangAbstrakPendahuluan: Kehamilan bekas luka caesar adalah komplikasi pada awal kehamilan yang menanamkan kantung kehamilan di miometrium dan jaringan fibrosa di lokasi bekas luka rahim sebelumnya. Keguguran berulang diartikan sebagai keguguran sebagai dua atau lebih kehamilan yang tidak harus terjadi secara berurutan. Kondisi ini menimbulkan risiko besar terhadap morbiditas ibu yang parah dan berhubungan dengan aspek psikologis.Ilustrasi Kasus: Ny. D 37 tahun, G6P2A3 dalam usia kehamilan 8 minggu, dengan nyeri perut bagian bawah yang signifikan dan perdarahan vagina terjadi selama dua hari di awal kehamilan. Tekanan darah 70/50mmHg, denyut nadi 100x/menit, laju pernapasan 22x/menit, suhu 36,6°C, SpO2 100%, hemoglobin 10,7 gr/dL. Pemeriksaan perut nyeri tekan signifikan pada perut bagian bawah. USG transvaginal menunjukkan janin dalam rongga rahim dan sejumlah cairan bebas dalam rongga intraperitoneal. Setelah operasi, ditemukan 1000cc darah menggenang di rongga peritoneum, dan terjadi laserasi sepanjang 2cm, sekira 5cm di bawah fundus uteri.Kesimpulan: Kejadian kehamilan bekas luka caesar semakin meningkat akibat tingginya angka kelahiran caesar sehingga dokter harus selalu menanyakan riwayat obstetri masa lalu, terutama pada pasien dengan keguguran berulang dengan tindakan kuretase.Kata kunci: kehamilan bekas luka sesar, keguguran berulang