Badrun Fawaidi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KURIKULUM INTEGRASI PESANTREN AL-AZHAR DALAM PEMBAHARUAN METODE YANBU’A UNTUK MENINGKATKAN SANTRI TAHFIDZ AL-QUR’AN DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) AL-AZHAR KECAMATAN AJUNG KABUPATEN JEMBER Badrun Fawaidi; Sri Rahayu
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1285

Abstract

Pesantren atau mashur disebut dengan pondok pesantren merupakan lembagabidang keagamaan, yang bergerak di pendidikan dan transformasi serta mengembangkandan menyebarkan ilmu agama Islam. Pesantren adalah suatu lembaga yang bergerak dibidang pendidikan, maka dengan perkembangan tuntutan zaman untuk memperbaharuisystem pendidikan ialah keniscayaan agar menjadi sebuah institusi pendidikan modern yangsiap berkompetisi dan siap bersaing ditingkat kabupaten, nasional hingga intrenasionaldengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Oleh karena itu, eksistensi pesantren masadepan sangat ditentukan oleh kemampuan yang berintegrasi secara kultural dan sistem,dengan mempunyai relasi yang kuat, rasional, dinamis, dan kompetitif.Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang Analisis Kurikulum Integrasi PesantrenAl-Azhar dalam Pembaharuan Metode Yanbu’a untuk meningkatkan santri Tahfidz Al-Qur’andi Raudhatul Athfal (RA) Al-azhar Kecamatan Ajung kabupaten jember. Fokus masalah yangakan diteliti adalah tentang Bagaimana konsep kurikulum integrasi Pesantren Al-Azhar dalamMenggunakan pembharuan metode Yanbu’a untuk meningkatkan meningkatkan SantriTahfidz Al-Qur’an di Raudhatul Athfal (RA) Al-azhar dan Implementasi Strategi pembharuanmetode Yanbu’a dalam meningkatkan Santri Tahfidz Al-Qur’an di Raudhatul Athfal (RA) Alazhar Kec. Ajung Kab. Jember. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan denganpendekatan kualitatif fenomenologis. Sumber data diperoleh melalui metode wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kasus individudan analisis data lintas kasus. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan kredibiltasdata, dependabilitas, konfirmabilitas.
ANALISIS KURIKULUM INTEGRASI PESANTREN AL-AZHAR DALAM PEMBAHARUAN METODE YANBU’A UNTUK MENINGKATKAN SANTRI TAHFIDZ AL-QUR’AN DI RAUDHATUL ATHFAL (RA) AL-AZHAR KECAMATAN AJUNG KABUPATEN JEMBER Badrun Fawaidi; Sri Rahayu
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2023): Sirajuddin Juni 2023
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v2i2.1285

Abstract

Pesantren atau mashur disebut dengan pondok pesantren merupakan lembagabidang keagamaan, yang bergerak di pendidikan dan transformasi serta mengembangkandan menyebarkan ilmu agama Islam. Pesantren adalah suatu lembaga yang bergerak dibidang pendidikan, maka dengan perkembangan tuntutan zaman untuk memperbaharuisystem pendidikan ialah keniscayaan agar menjadi sebuah institusi pendidikan modern yangsiap berkompetisi dan siap bersaing ditingkat kabupaten, nasional hingga intrenasionaldengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Oleh karena itu, eksistensi pesantren masadepan sangat ditentukan oleh kemampuan yang berintegrasi secara kultural dan sistem,dengan mempunyai relasi yang kuat, rasional, dinamis, dan kompetitif.Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang Analisis Kurikulum Integrasi PesantrenAl-Azhar dalam Pembaharuan Metode Yanbu’a untuk meningkatkan santri Tahfidz Al-Qur’andi Raudhatul Athfal (RA) Al-azhar Kecamatan Ajung kabupaten jember. Fokus masalah yangakan diteliti adalah tentang Bagaimana konsep kurikulum integrasi Pesantren Al-Azhar dalamMenggunakan pembharuan metode Yanbu’a untuk meningkatkan meningkatkan SantriTahfidz Al-Qur’an di Raudhatul Athfal (RA) Al-azhar dan Implementasi Strategi pembharuanmetode Yanbu’a dalam meningkatkan Santri Tahfidz Al-Qur’an di Raudhatul Athfal (RA) Alazhar Kec. Ajung Kab. Jember. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan denganpendekatan kualitatif fenomenologis. Sumber data diperoleh melalui metode wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kasus individudan analisis data lintas kasus. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan kredibiltasdata, dependabilitas, konfirmabilitas.
Pradigma Baru Pelajaran SKI: Analisis Perkembangan Kurikulum 2013 Menuju Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Badrun Fawaidi
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2575

Abstract

This article aims to analyze the development of the 2013 Curriculum (K13) towards the Merdeka Curriculum in the subject of Islamic Cultural History (SKI) in Madrasah Ibtidaiyah. This curriculum transition phenomenon reflects a change in the national education paradigm from a competency-based approach to more contextual, reflective, and student-centered learning. This study uses a qualitative approach with a library research method, which aims to examine various academic sources, educational policies, and empirical research results related to the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic elementary schools. Data were collected through analysis of documents, scientific articles, and official government publications using purposive sampling techniques for relevant literature. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify patterns, themes, and shifts in curriculum concepts in the context of SKI learning. The results of the study indicate that the transition from K13 to the Merdeka Curriculum is not only administrative but also paradigmatic. Three main themes were identified: (1) the reconstruction of the SKI learning philosophy, which places greater emphasis on the contextual interpretation of Islamic historical values; (2) the transformation of the role of teachers from conveyors of material to facilitators of reflective learning; and (3) the strengthening of the integration of Islamic values and the Pancasila student profile in learning activities. This study contributes to enriching the theoretical understanding of value-based curriculum adaptation in Islamic education and provides practical recommendations for madrasah teachers to develop more contextual and meaningful SKI learning. The implications of this study's findings emphasize the importance of curriculum innovation rooted in Islamic values while remaining adaptive to the challenges of 21st-century education.
Pradigma Baru Pelajaran SKI: Analisis Perkembangan Kurikulum 2013 Menuju Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Badrun Fawaidi
SIRAJUDDIN : Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 5 No 1 (2025): Sirajuddin Desember 2025
Publisher : P3M STAI MIFTAHUL ULUM LUMAJANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55120/sirajuddin.v5i1.2575

Abstract

This article aims to analyze the development of the 2013 Curriculum (K13) towards the Merdeka Curriculum in the subject of Islamic Cultural History (SKI) in Madrasah Ibtidaiyah. This curriculum transition phenomenon reflects a change in the national education paradigm from a competency-based approach to more contextual, reflective, and student-centered learning. This study uses a qualitative approach with a library research method, which aims to examine various academic sources, educational policies, and empirical research results related to the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic elementary schools. Data were collected through analysis of documents, scientific articles, and official government publications using purposive sampling techniques for relevant literature. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify patterns, themes, and shifts in curriculum concepts in the context of SKI learning. The results of the study indicate that the transition from K13 to the Merdeka Curriculum is not only administrative but also paradigmatic. Three main themes were identified: (1) the reconstruction of the SKI learning philosophy, which places greater emphasis on the contextual interpretation of Islamic historical values; (2) the transformation of the role of teachers from conveyors of material to facilitators of reflective learning; and (3) the strengthening of the integration of Islamic values and the Pancasila student profile in learning activities. This study contributes to enriching the theoretical understanding of value-based curriculum adaptation in Islamic education and provides practical recommendations for madrasah teachers to develop more contextual and meaningful SKI learning. The implications of this study's findings emphasize the importance of curriculum innovation rooted in Islamic values while remaining adaptive to the challenges of 21st-century education.