Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Pemasangan Low Pressure Economizer di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU): Study on Installation of Low Pressure Economizer in Steam Power Plant (PLTU) Shaumi, Annisa Fitri; Dani Rusirawan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i2.83671

Abstract

Steam Power Plants are widely used in various industries. To generate energy, coal is needed for the fuel, but coal supplies are running low, and coal can also cause side effects on the environment. To reduce coal consumption, energy efficiency are needed, one of improvement is to installation additional equipment, namely an economizer. The economizer functions is to reuse waste heat from the steam power generation process so that the heat produced is not wasted. There are two types of economizers, namely High Pressure Economizer (HPE) and Low Pressure Economizer (LPE). In this journal review, we will discuss the installation of LPE from various research perspectives so that we can find out the results after additional installation of this equipment. There is an analysis of the use of HPE, Organic Rankine Cycle (ORC), thermodynamic analysis, optimal design analysis, energy efficiency analysis, economic analysis, environmental analysis (emissions) and water savings in the Flue Gas Desulfurizer.
Review Optimalisasi Pengelolaan Pengotoran dan Korosi pada Sistem Perpindahan Panas terhadap Reheater pada PLTU watiko putro, sutiono; Dani Rusirawan
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol24no1.703

Abstract

Pengotoran dan korosi pada sistem perpindahan panas pembangkit listrik termal dapat mengurangi efisiensi operasional dan memperpendek umur peralatan. Masalah pengotoran di pembangkit listrik termal telah menjadi tantangan signifikan dalam pengelolaan efisiensi operasional. Pengotoran, yang umumnya disebabkan oleh akumulasi abu atau endapan pada permukaan perpindahan panas seperti pemanas ulang (reheater), mengurangi efisiensi perpindahan panas dan meningkatkan konsumsi energi. Kondisi ini menyebabkan tidak hanya penurunan kinerja termal tetapi juga biaya operasional yang lebih tinggi akibat kebutuhan pembersihan yang lebih sering dan potensi kerusakan komponen system. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengotoran dan korosi serta mengevaluasi upaya pencegahan yang dapat meningkatkan kinerja sistem. Metode yang digunakan adalah melihat hasil deskriptif studi kasus pada beberapa unit pembangkit listrik termal. Variabel yang dianalisis mencakup jenis material pipa, kualitas air, dan pengelolaan pemeliharaan, dengan cara pengumpulan data dari beberapa penelitian sebelumnya maka didapat perbandingan untuk ketahanan dan cara menambah efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air dan pemilihan material pipa yang tepat berperan signifikan dalam mengurangi tingkat pengotoran dan korosi sehingga proses pemanasan tidak terhambat oleh faktor-faktor tersebut. Implikasi penelitian ini dapat memberikan rekomendasi perbaikan pada sistem perpindahan panas pembangkit listrik termal, guna meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang umur peralatan.
Analisis Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap: Tinjauan Pustaka Sistematis Satriyo Murti Pamungkas; Dani Rusirawan
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 5, No 2 (2025): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v5i2.103

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sangat penting dalam memenuhi kebutuhan energi global, terutama di wilayah yang bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Namun, tantangan seperti efisiensi termal yang rendah, kerusakan eksergi yang tinggi, dan emisi karbon yang signifikan memerlukan pendekatan inovatif untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan. Tinjauan pustaka ini mengkaji kemajuan terkini dalam evaluasi kinerja pembangkit listrik tenaga uap, dengan fokus pada tiga bidang utama: inovasi teknologi, analisis termodinamika, dan pendekatan eksergoekonomi. Kemajuan teknologi, seperti sistem kontrol superheater yang disempurnakan dan integrasi energi terbarukan, menunjukkan peningkatan yang nyata dalam efisiensi energi dan pengurangan emisi. Analisis termodinamika dan eksergi mengidentifikasi inefisiensi kritis dalam komponen seperti boiler dan menyarankan strategi pengoptimalan, termasuk peningkatan pemanas air umpan, untuk meningkatkan efisiensi termal. Sementara itu, pendekatan eksergoekonomi menawarkan perspektif yang berharga dengan menggabungkan evaluasi teknis dan ekonomi untuk memprioritaskan investasi dengan perolehan efisiensi tertinggi dan pengurangan biaya operasional. Tinjauan ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengatasi tantangan operasional, memajukan inovasi teknologi, dan memastikan pembangkitan energi yang berkelanjutan. Penelitian di masa mendatang disarankan untuk lebih jauh mengeksplorasi sistem kendali adaptif, integrasi energi terbarukan dalam skala besar, dan strategi pengoptimalan hemat biaya.
Efisiensi Energi melalui Teknologi Chemical Heatless pada Proses Cationic Electro Deposition (CED) Studi Kasus di PT XYZ Mukti Andika Febrianto; Dani Rusirawan
Jurnal Rekayasa Energi dan Mekanika Vol 5, No 2 (2025): JREM
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/JREM.v5i2.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan teknologi Chemical Heatless dalam proses Cationic Electro Deposition (CED), dengan fokus utama pada peningkatan efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan. Teknologi ini menggantikan pemanasan kimia konvensional yang sebelumnya digunakan dalam proses pengecatan baja pada produksi komponen sepeda motor di PT ABC. Diharapkan, penggunaan teknologi ini dapat mengurangi konsumsi energi serta emisi CO2, serta mendukung upaya penurunan beban operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen untuk membandingkan kinerja sistem CED sebelum dan sesudah penerapan Chemical Heatless. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa teknologi ini berhasil mengurangi konsumsi energi hingga 30% dan menurunkan emisi CO2 sebesar 15%. Selain itu, penerapan teknologi ini juga berdampak positif pada peningkatan kualitas dan efisiensi proses produksi secara keseluruhan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi Chemical Heatless memiliki potensi sebagai solusi inovatif yang dapat membantu industri manufaktur dalam meningkatkan efisiensi energi serta mengurangi dampak lingkungan, sehingga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.