The increasingly rapid development of organizational culture encourages companies to create competitive products by innovating. The important role of innovation for companies causes companies to demand the contribution of adaptive and creative human resources through innovative work behavior. This study aims to determine the relationship between job autonomy and innovative work behavior. This research method uses a quantitative approach. The subjects of this study were 139 employees of PT. Pupuk Kalimantan Timur and selected using a simple random sampling technique. The data collection method used is the scale of innovative work behavior and job autonomy. The data collected was analyzed with Kendall’s tau-b analysis test. The result of this research show that there is a significant positive correlation between job autonomy and innovative work behavior of employess in PT. Pupuk Kalimantan Timur (r = 0.494; p < 0.05 which means that the higher the job autonomy, the higher the innovative work behavior produced. The practical implication in this research is that through job autonomy which will produce innovative work behavior in employees, it will have an impact on the company in the form of competitive advantage and facing sustainable developments in the global market.Perkembangan budaya organisasi yang semakin cepat mendorong perusahaan untuk menciptakan produk yang bersaing dengan cara berinovasi. Pentingnya peran inovasi bagi perusahaan menyebabkan perusahaan menuntut kontribusi sumber daya manusia yang adaptif dan kreatif melalui perilaku kerja inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan otonomi kerja dan perilaku kerja inovatif. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 139 karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur dan dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala perilaku kerja inovatif dan skala otonomi kerja. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji analisis Kendall’s tau-b. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara otonomi kerja dengan perilaku kerja inovatif pada karyawan PT. Pupuk Kalimantan Timur (r = 0.494; p < 0.05) yang berarti bahwa semakin tinggi otonomi kerja, maka akan semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif yang dihasilkan. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah melalui otonomi kerja yang akan menghasilkan perilaku kerja inovatif pada karyawan akan memberikan dampak pada perusahaan berupa keunggulan dalam bersaing dan menghadapi perkembangan berkelanjutan di pasar global.