Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi budaya Melayu Islam dengan arus globalisasi, mengidentifikasi bentuk perubahan budaya yang terjadi, mengkaji respons masyarakat, serta merumuskan strategi penguatan identitas budaya Melayu Islam agar tetap relevan dan berkelanjutan di era global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan perspektif fenomenologis dan sosiokultural. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis dokumen, dan observasi non-partisipatif terhadap perkembangan budaya Melayu Islam, khususnya pada aspek bahasa, praktik adat, kesenian, pola komunikasi digital, dan aktivitas budaya yang terdokumentasi pada media daring periode 2023–2025. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, perubahan budaya, respons sosial, dan strategi pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi memengaruhi budaya Melayu Islam melalui intensifikasi penggunaan teknologi digital, media sosial, dan mobilitas informasi yang mempercepat pertukaran nilai global. Perubahan budaya tampak pada pergeseran nilai sosial, penggunaan bahasa daerah, ekspresi seni, praktik keagamaan, serta struktur sosial masyarakat. Meskipun menghadapi tekanan budaya global, masyarakat Melayu Islam menunjukkan respons selektif dengan menerima nilai-nilai positif dan menolak nilai yang bertentangan dengan adat dan syariat. Strategi penguatan identitas budaya dilakukan melalui digitalisasi budaya, revitalisasi tradisi, penguatan pendidikan budaya, serta peran lembaga adat sebagai penjaga nilai lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya Melayu Islam tidak hanya bertahan, tetapi terus beradaptasi melalui proses negosiasi identitas yang memungkinkan keberlanjutan budaya di tengah arus globalisasi.