Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Tanah Longsor di Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Nurfauziah, Vivy; Ratih, Septi Putri Sandi
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15885

Abstract

Salahsatu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan dampak dari kejadian bencana alam yang banyak merugikan masyarakat yaitu tanah longsor. Dampaknya itu seperti kehilangan tempat tinggal, terputusnya jalur transportasi, dan rusaknya infrastruktur. Dampak dari kejadian tersebut dirasakan  salahsatunya oleh masyarakat Desa Indragiri Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Hal itu dikarenakan Desa Indragiri terdiri dari perbukitan bergelombang curam sampai agak terjal. Maka dari itu diperlukannya suatu edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan tanah longsor di Indragiri, sehingga dapat mengurangi dampak dari adanya kejadian tanah longsor dan dapat mengurangi angka bencana tanah longsor di Desa Indragiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 05 Agustus 2024 yang bertempat di Balai Desa Indragiri yang diikuti oleh  Kepala Desa beserta jajarannya, Ketua BPD, Babinsa, Binamas, Ketua MUI Desa Indragiri, Ketua Karang Taruna beserta jajarannya serta Ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu ceramah.  Dalam penyampaian materi di kegiatan ini, disampaikan oleh 2 narasumber yang merupakan Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Galuh. Materi Pertama disampaikan oleh Vivy Nurfauziah, S.T.,M.T., dalam materinya berisikan pengenalan tanah longsor dan hasil dari kajian tanah di Indragiri. Materi Kedua disampaikan oleh Septi Putri Sandi Ratih, S.T., M.T., materi ini berisikan strategi pencegahan dan penanggulangan tanah longsor. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat begitu antusias dalam mengikutinya, sehingga diharapkan angka terjadinya bencana tanah longsor di Desa Indragiri berkurang dan kesadaran masyarakat mengenai akannya bahaya dari bencana ini menjadi meningkat serta lebih peduli terhadap lingkungannya. Selain itu juga masyarakat lebih sigap dalam pencegahan dan penanggulangan tanah longsor ini.
KAJIAN STABILITAS LERENG PADA KONDISI DRAINED DAN UNDRAINED DI DUSUN LEGOK 2 DENGAN MENGGUNAKAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH KANTILEVER: KAJIAN STABILITAS LERENG PADA KONDISI DRAINED DAN UNDRAINED DI DUSUN LEGOK 2 DENGAN MENGGUNAKAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH KANTILEVER Nurfauziah, Vivy
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i1.5194

Abstract

Panawangan Kabupaten Ciamis termasuk daerah rawan terhadap peristiwa tanah longsor, karena memiliki bentuk yang berbukit-bukit, artinya adanya perbedaan elevasi antara tempat yang satu dengan lainnya sehingga membentuk suatu lereng. Daerah panawangan yang sering terjadi tanah longsor yaitu di Dusun Legok 2 Desa Indragiri. Berdasarkan peristiwa tersebut, perlu diadakan suatu kajian mengenai stabilitas lereng serta penanganan longsoran pada daerah tersebut. Tujuannya untuk mengetahui nilai faktor keamanan (FK) serta kemungkinan deformasi yang dihasilkan dari perkuatan lereng yang direncanakan sehingga penanganan longsoran tersebut tepat dan lereng menjadi aman. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan program Plaxis 2D versi 8.6. Penanganan longsoran ini menggunakan perkuatan dinding penahan tanah dengan struktur beton k300, k350, k400, k450, k500 silinder dan trapping. Parameter tanah yang digunakan merupakan hasil pengujian tanah sampel dari lokasi penelitian di laboratorium serta hasil korelasi. Dalam menentukan penanganan longsoran lereng tersebut mengikuti syarat keamanan lereng menurut SNI 8460:2017. Hasil dari perhitungan yang dilakukan sebelum adanya penanganan, nilai FK pada lereng awal atau eksisting yaitu 0,9750 dan pada saat tanah jenuh atau hujan, nilai FK yaitu 0,9737, nilai dari 2 kondisi tersebut kurang dari 1,5 yang artinya tidak aman. Setelah dilakukan penanganan dengan kekuatan dinding penahan tanah kantilever dan trapping tanpa menggunakan beban pemukiman, nilai FK yang paling besar yaitu dengan menggunakan DPT Kantilever k500. Pada kondisi drained yaitu 1,530 dengan deformasinya 1,338 mm dan untuk kondisi undrained nilai FK yaitu 1,532 dengan deformasi 4,682 mm.