Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menggagas Descente Secara Elektronik Anam , Ahmad Zainul
Judex Laguens Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.1.1.4.2023.35-56

Abstract

The Supreme Court has significantly changed the administration of information technology-based justice. The Supreme Court's efforts to modernize Indonesian judicial procedures gave them a new look. Electronic site visits (descente) are one strategic innovation that the Supreme Court should consider to sustain the current trend of technological advancement. Yet, the concept and how to implement it must be thoroughly investigated. In light of this, this paper examines the concept and application of electronic descente. This qualitative literary study applies a literature technique, which comprises reading and comprehending documents or other works of literature related to the performance of descente or local inspection. The study's findings support some conclusions, including the following: First, while theoretically extremely feasible, electronic descente must wait for a legal foundation to become lawful before it can be implemented. Second, a few prerequisites must be completed before employing electronic descente. Third, not all civil cases are available for electronic inspection via descente. Fourth, there are advantages and disadvantages of using electronic descente.
Menggagas Descente Secara Elektronik Anam , Ahmad Zainul
Judex Laguens Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.1.1.4.2023.35-56

Abstract

The Supreme Court has significantly changed the administration of information technology-based justice. The Supreme Court's efforts to modernize Indonesian judicial procedures gave them a new look. Electronic site visits (descente) are one strategic innovation that the Supreme Court should consider to sustain the current trend of technological advancement. Yet, the concept and how to implement it must be thoroughly investigated. In light of this, this paper examines the concept and application of electronic descente. This qualitative literary study applies a literature technique, which comprises reading and comprehending documents or other works of literature related to the performance of descente or local inspection. The study's findings support some conclusions, including the following: First, while theoretically extremely feasible, electronic descente must wait for a legal foundation to become lawful before it can be implemented. Second, a few prerequisites must be completed before employing electronic descente. Third, not all civil cases are available for electronic inspection via descente. Fourth, there are advantages and disadvantages of using electronic descente.
Menggagas Descente Secara Elektronik Anam , Ahmad Zainul
Judex Laguens Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.1.1.4.2023.35-56

Abstract

Mahkamah Agung telah melakukan transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan peradilan berbasis teknologi informasi. Atas usaha tersebut Mahkamah Agung berhasil menciptakan wajah baru praktik peradilan Indonesia menjadi lebih modern. Salah satu bentuk inovasi strategis yang patut dipertimbangkan oleh Mahkamah Agung dalam rangka melanjutkan tren transformasi berbasis teknologi adalah pelaksanaan pemeriksaan setempat (descente) secara elektronik. Namun demikian, perlu dikaji secara mendalam terkait dengan konsep dan pelaksanaannya. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan terkait konsep dan pelaksanaan descente secara elektronik. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif literer dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, yaitu dengan melihat dan memahami dokumen-dokumen atau literatur lain yang berkaitan dengan pelaksanaan descente atau pemeriksaan setempat. Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa hal, yaitu: Pertama, descente secara elektronik, secara teori, sangat memungkinkan untuk diselenggarakan, namun pelaksanaannya harus terlebih dahulu menunggu payung hukum yang melegalkan. Kedua, pelaksanaan descente secara elektronik harus memenuhi beberapa ketentuan. Ketiga, tidak semua perkara perdata dapat diperiksa melalui descente secara elektronik. Keempat, pelaksanaan descente secara elektronik memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan.
Menggagas Descente Secara Elektronik Anam , Ahmad Zainul
Judex Laguens Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/ikahi.1.1.4.2023.35-56

Abstract

Mahkamah Agung telah melakukan transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan peradilan berbasis teknologi informasi. Atas usaha tersebut Mahkamah Agung berhasil menciptakan wajah baru praktik peradilan Indonesia menjadi lebih modern. Salah satu bentuk inovasi strategis yang patut dipertimbangkan oleh Mahkamah Agung dalam rangka melanjutkan tren transformasi berbasis teknologi adalah pelaksanaan pemeriksaan setempat (descente) secara elektronik. Namun demikian, perlu dikaji secara mendalam terkait dengan konsep dan pelaksanaannya. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini mencoba untuk mendiskusikan terkait konsep dan pelaksanaan descente secara elektronik. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif literer dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, yaitu dengan melihat dan memahami dokumen-dokumen atau literatur lain yang berkaitan dengan pelaksanaan descente atau pemeriksaan setempat. Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa hal, yaitu: Pertama, descente secara elektronik, secara teori, sangat memungkinkan untuk diselenggarakan, namun pelaksanaannya harus terlebih dahulu menunggu payung hukum yang melegalkan. Kedua, pelaksanaan descente secara elektronik harus memenuhi beberapa ketentuan. Ketiga, tidak semua perkara perdata dapat diperiksa melalui descente secara elektronik. Keempat, pelaksanaan descente secara elektronik memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan.