Mika Seri Dear Rohani Siahaan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGINJILAN UNTUK PERTUMUBUHAN IMAN GEREJA TERHADAP KRISTEN PROGRESIF Lidya Ronauli Pangaribuan; Hana Ekklesia br Perangin-angin; Emidia Situmorang; Mika Seri Dear Rohani Siahaan; Oloria Manalu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1339

Abstract

Istilah Kristen progresif sering muncul di tengah-tengah umat Kristen di Indonesia.Gerakan Kristen progresif sudah mulai disuarakan dibeberapa media yang menggiring banyak nya asumsi –asumsi yang menimbulkan kebingungan ditengah-tengah umat Kristen.Kekristenan progresif Umat ​​​​Kristen progresif memandang Alkitab sebagai catatan tentang apa yang diyakini orang tentang Tuhan pada zaman dan tempat mereka hidup, bukan sebagai Firman Tuhan yang diilhami dan berotoritas. Bukan hal yang aneh bagi seorang Kristen progresif untuk menyatakan ketidaksetujuannya dengan seorang penulis Alkitab, atau menolak bagian-bagian yang mereka anggap tidak membantu. Sebagai umat Kristen harus mampu untuk menumbuhkan iman kepercayaan terhadap Tuhan melalui keyakinan kita terhadap itab suci yang sudah berotoritas.Penginjilan harus terus dilaksanakan terus-menerus ditengaj-te gah umat Kristen .Hal ini penting karena jika kita mengizinkan diri kita sendiri untuk menyangkal atau mengabaikan Kitab Suci yang tidak sesuai dengan prasangka kita tentang siapa Allah dan bagaimana Dia bertindak di dunia, kita secara efektif telah memindahkan otoritas kebenaran dari Alkitab ke dalam diri kita sendiri. pikiran, perasaan, dan preferensi.
Dampak kurang nya perhatian orangtua terhadap perkembangan emosi dan kecemasan pada remaja Ona marista uli sinaga; Mika Seri Dear Rohani Siahaan; Putri Setia Zebua; Dorlan Naibaho
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1398

Abstract

Dalam usia remaja anak mengalami yang namanya ambang krisis, atau bisa disebut dengan Quarter Life Crisis. Anak membutuhkan orang tua sebagai pembimbing dan pengajar anak, ajaran orang tua tentu sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian anak yang bisa dilihat dalam bentuk sikap dan perilaku. Dalam membangun hubungan anak dengan orang tua maka diperlukan peran orang tua dalam membangun emosi anak. Hal ini didasari sebagai suatu kondisi perasaan atau reaksi perasaan yang stabil terhadap suatu objek permasalahan sehingga untuk mengambil suatu keputusan atau tingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan emosi adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis.