Niken Fadila Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PROGRAM PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOMULYO KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 Niken Fadila Putri
JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol. 1 No. 1 (2023): JAKIA : Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/jakia.1.1.11

Abstract

Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas SDM yaitu dengan  pemberian ASI eksklusif pada bayi sejak dini. Melalui Program Perbaikan Gizi Masyarakat, Dapertemen Kesehatan RI telah menetapkan cakupan ASI eksklusif sebesar 80%. Program ASI Eksklusif di Puskesmas Sidomulyo tidak mencapai target yaitu 80%. Tujuan penelitian  ini adalah untuk menganalisis program pemberian ASI Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo kota Pekanbaru pada bulan Februari - Juli 2022. Informant pada penelitian ini terdiri dari 1 orang Kepala Puskesmas, 1 orang pemegang  program gizi, 1 orang bidan, 2 orang kader posyandu, 2 orang ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data berdasarkan triangulasi. Hasil dari segi input menunjukan kebijakan program ASI ekslusif sudah dijalankan tetapi masih terdapat kendala pada SDM, dana, dan prasarananya yang belum mencukupi, metode yang digunakan penyuluhan dan konseling, sasaranya ke ibu hamil dan ibu nifas. Dari segi proses kendala yang ditemukan pada tahap pelaksanaan penyuluhan yaitu masih kurang jumlah SDM untuk 66 posyandu. Pada komponen output cakupan ASI Eksklusif masih rendah dikarenakan pelaksanaanya belum maksimal. Kesimpulan penelitian ini adalah ketersedian input yang masih kurang, proses pelaksanaan program asi sudah dilakukan, untuk output yaitu masih rendahnya cakupan ASI Eklusif. Untuk kedepannya diharapakan  pihak puskesmas untuk melengkapi prasarana yang lengkap agar dapat terlaksananya pemberian ASI Eksklusif dengan maksimal.