Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Mekanisme Koping Dengan Tingkat Stres Pada Tahanan Di Rumah Tahanan Direktorat Tahanan Dan Barang Bukti Polda Kalteng Septian Mugi Rahayu; Dian Mitra D.S; Rony Lukmansyah
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 2 (2024): April : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i2.267

Abstract

Coping mechanisms are an individual's ability to solve problems and respond to threatening situations. Stress is any situation that causes changes in a person's life so that forced to make adjustments to overcome it. The most important factor in resolving stress is the use of good coping mechanisms. Every prisoner has different levels of stress. This is caused by coping skills and the way of looking at the conditions of the problems faced, whether it is considered as a challenge or as a threat that has an impact on stress. This study aims to determine the relationship between coping mechanisms and stress levels in detainees in the detention house of the directorate of detention and evidence of the Central Kalimantan Regional Police. The research method is a quantitative design with a cross-sectional approach, the population is 54 prisoners, total sampling 54 respondents. Data were collected using a questionnaire. Data analysis using chi square test. The results showed that the statistical test obtained a value of ρ-value = 0.000 (<0.005) means that there is a relationship between coping mechanisms and stress levels in detainees at the detention center of the Central Kalimantan Regional Police detention and evidence directorate. It can be concluded, respondents with adaptive coping mechanisms were 34 prisoners (63%) while respondents with maladaptive coping mechanisms were 20 prisoners (37%), for respondents who had normal stress levels as many as 26 people (48.1%), mild stress levels 9 people (16.7%), moderate stress levels 13 people (24.1%) and severe stress levels 6 people (11.1%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Tentang Toilet Training Pada Anak Usia Toddler Di PAUD St. Yosef Palangka Raya Nadyla; Septian Mugi Rahayu; Dina Rawan G Rana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.639

Abstract

Latar Belakang: Toilet training merupakan tahap penting dalam perkembangan anak usia toddler untuk mencapai kemandirian buang air kecil dan besar. Pengetahuan dan sikap ibu sangat berperan dalam keberhasilan toilet training. Namun, masih ditemukan anak usia di atas 3 tahun yang menggunakan diapers, menunjukkan adanya keterlambatan dalam proses ini. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang toilet training pada anak usia toddler di PAUD St. Yosef Palangka Raya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia toddler di PAUD St. Yosef. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang toilet training, dengan nilai korelasi (r = 0,435) dan signifikansi (p = 0,016 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima, artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin positif pula sikap ibu terhadap toilet training. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu tentang toilet training pada anak usia toddler. Ibu dengan pengetahuan yang baik cenderung memiliki sikap yang lebih positif dalam menerapkan toilet training.