Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja dengan Work Life Balance pada Perawat di Rumah Sakit Wanda Aprilyasari; Fitriyatus Sholikha; Irvan Ardiansyah; Moch Abdillah Islami; Suratmi Suratmi; Nurul Hikmatul Qowi
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v2i4.672

Abstract

Work life balance is a problem experienced by health workers, one of which is in the nurse group. Nurses are faced with high role demands, where the tasks and responsibilities of activities that need to be completed at the same time, this will cause an imbalance in their personal lives. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and work-life balance in nurses at the hospital. This correlation research design uses a crossectional approach. The research sample taken using total sampling amounted to 41 nurses. The research data was taken with a questionnaire sheet, then analyzed using the Spearman Rho test. The results showed that most (63.4%) nurses experienced heavy workload, and most (56,1%) nurses experienced currently work-life balance. Based on the results of the analysis using an ordinal scale with the Spearman Rho test, the p value = 0.000 (p <0.05) and the value = ─0.517, then H1 is accepted. There is a relationship between workload and work life balance in nurses at the hospital. Based on the results of the study, it is hoped that the hospital will pay attention in handling the tasks and responsibilities experienced by nurses so that nurses are able to manage time in completing their work to be maximized and directed without thinking about matters outside of their work.
Analisis Etika Pelayanan Publik Pada Disdukcapil Kota Batu Dalam Perspektif Good Governance M Iqbal Rusydi Mahafadz; Irvan Ardiansyah; Dahlia Najatul Khilda; Muhammad khikam firdausy; Anni Iftitachul Faricha
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 03 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik yang etis dan berkualitas merupakan prasyarat fundamental bagi terwujudnya good governance, namun kesenjangan antara standar normatif dan implementasi empiris masih menjadi persoalan berulang dalam administrasi kependudukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji etika pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batu dalam perspektif good governance, mencakup analisis kondisi etika pelayanan, tingkat kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip good governance, serta identifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur terhadap Kepala Sekretaris Disdukcapil dan lima pengguna layanan, serta observasi partisipatif pasif di Kantor Disdukcapil dan Mal Pelayanan Publik Among Tani Kota Batu pada 27 April 2026. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa etika pelayanan secara umum telah berkembang positif, ditandai oleh sikap aparatur yang ramah, tidak adanya pungutan liar, dan penerapan sistem antrian yang adil. Namun, konsistensi layanan pada jam sibuk, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, dan inkonsistensi persyaratan masih menjadi tantangan. Dari sisi good governance, akuntabilitas formal terbukti kuat dengan capaian WTP sepuluh kali berturut-turut, tetapi akuntabilitas substantif, partisipasi masyarakat, dan aksesibilitas transparansi bagi kelompok rentan masih memerlukan penguatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi teknologi dan komitmen pimpinan menjadi faktor pendukung utama, sedangkan ketimpangan kompetensi aparatur dan kesenjangan literasi digital masyarakat merupakan hambatan struktural yang perlu diatasi secara sistematis.