Vietha Devia S.S
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Variabel Makroekonomi dan Tingkat Kriminalitas di Indonesia Septi Yanti Masrika Nindri; Vietha Devia S.S
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v20i2.10383

Abstract

Crime is unlawful behavior and social norms that anyone can commit and have consequences for the economy of a country and its institutional stability. According to Global Peace Index, Indonesia is at its 47th rate, which would be categorized as an unsafe country. The study aims to identify the effects of poverty, unemployment and the human development index (IPM) on crime rates in Indonesia. The study employed a quantitative approach as well as a method of Error Correction Model (ECM). The data used are published by Statistics Indonesia (BPS) in the period 2008-2021. The results of this study indicate that poverty and unemployment in the short term have no significant effect on crime rates. Poverty and unemployment in the long run have a significant effect on the crime rate. While the HDI has no significant effect both in the short and long term on the crime rate. (Kriminalitas merupakan perilaku melanggar hukum serta norma-norma sosial yang bisa dilakukan oleh siapapun serta memiliki konsekuensi bagi ekonomi suatu negara dan stabilitas kelembagaannya. Berdasarkan Global Peace Index Indonesia berada pada peringkat ke-47 sehingga bisa dikategorikan sebagai negara tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiskinan, pengangguran dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat kriminalitas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif serta menggunakan metode Error Corection Model (ECM). Data yang diperoleh merupakan data sekunder yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode 2008-2021. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan dan pengangguran dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Kemiskinan dan pengangguran dalam jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas. Sedangkan IPM tidak berpengaruh signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang terhadap tingkat kriminalitas.)