Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Religious Organizations as the Primary Instrument of Environmental Conservation (Case Study of Environmental Ethics of GP Ansor in Munjungan District, Trenggalek Regency): Organisasi Agama Sebagai Instrumen Utama Pelestarian Lingkungan (Studi Kasus Etika Lingkungan GP Ansor di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek) Catur, Catur Bayu Irawan; Zahid, A Zahid
CONSEN: Indonesian Journal of Community Services and Engagement Vol. 4 No. 1 (2024): Consen: Indonesian Journal of Community Services and Engagement
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/consen.v4i1.1297

Abstract

Penelitian tentang kerusakan lingkungan kebanyakan berbicara tentang aspek material yaitu tentang tindakan manusia, baik manusia sebagai perusak maupun pemelihara.Sebaliknya, ada faktor motivasi filosofis khusus yang mempengaruhi suatu tindakan tersebut, utamanya kita sebagai umat Islam yang dalam kehidupan sehari-hari terikat pada konsep etika hablum minallah (hubungan dengan Allah) , hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia), danĀ  hablum minal 'alam (hubungan dengan alam). Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan konsep etika lingkungan yang ada dalam organisasi PAC GP Ansor Munjungan yang menjadi dasar dari munculnya gerakan-gerakan pelestarian lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini adalah kenyataan masyarakat beragama di kecamatan Munjungan masih belum terlalu terpengaruh dengan isu lingkungan, berbagai kerusakan alam yang terjadi merupakan akibat dari hal tersebut. Kondisi ini kemudian direspon oleh PAC GP Ansor Munjungan dengan gerakan sosial pelestarian lingkungan. Gerakan ini sendiri muncul sebagai manifestasi dari ajaran Islam tentang menjaga lingkungan, yang dirumuskan dalam konsep etika lingkungan hablum minallah, hablum minannas danĀ  hablum minal 'alam yang dikorelasikan dengan cinta tanah air.Berdasarkan analisis menggunakan teori gerakan sosial baru Habermas, gerakan ini muncul sebagai upaya resistensi terhadap kolonisasi dunia kehidupan yang mengubah banyak aspek tata cara kehidupan masyarakat yang berimplikasi pada tindakan perusakan lingkungan