Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BATOKU JAMBI: PEMANFAATAN BATOK KELAPA SEBAGAI SENI KRIYA BERBASIS KEARIFAN LOKAL RAMAH LINGKUNGAN DI ERA MODERN Kusuma Wijaya, RD. Azi Kusuma Wijaya; Julian, Natata; Nugraha, Fauzi; Nurbaeti, Shevi; Yani, Fitri; Isnaeni, Nurida
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i1.1692

Abstract

Provinsi Jambi merupakan salah satu penghasil produksi kelapa yang cukup besar yaitu sebesar 48 % pada tahun 2021. Karena produksinya yang besar sehingga limbah yang dihasilkan pun melimpah. Limbah yang kotor dan bertumpukan membuat lingkungan menjadi kotor dan tidak sehat. Melihat  permasalahan tersebut kami para mahasiswa melaui Program Mahasiswa Wirausaha berinisiatif untuk memanfaatkan limbah batok kelapa agar dapat dimanfaatkan menjadi sebuah kerajinan tangan yang bernilai jual dan nilai seni tinggi. Olahan kerajinan  tangan dari batok kelapa tersebut diberi nama BATOKU Jambi dengan kerajinan yang dihasilkan yaitu berupa gantungan kunci, kalung, cincin, dan hiasan meja yang memiliki ciri khas dengan mengangkat kearifan lokal daerah Jambi yaitu Tugu Keris Siginjai dan Angso Duo. Dengan adanya pemanfaatan limbah batok kelapa menjadi usaha ini diharapkan bisa memberikan manfaat baik bagi masyarakat, mahasiswa maupun pembaca.
ANALISIS KESADARAN DIRI REMAJA TERHADAP NORMA SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI AKIBAT KEHAMILAN DI LUAR NIKAH (STUDI KASUS DI DESA MUARA DELANG, KEC. TABIR SELATAN, KAB. MERANGIN) Nurbaeti, Shevi; Ichsan, Muhammad; Wela Sasih, Agustin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46023

Abstract

This research is motivated by the high rate of early marriage in Muara Delang Village, which ranks second among eight villages in Tabir Selatan District. Based on data from the Marriage Management System (Simkah) website, 57 teenagers have married early in the past three years. This study aims to determine adolescents' self-awareness of social norms as a form of prevention against early marriage due to premarital pregnancy, as well as efforts to foster self-awareness. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that adolescents' self-awareness of social norms in Muara Delang Village has been understood, but has not been consistently applied in daily life. Meanwhile, efforts to foster adolescent self-awareness are carried out through various efforts, including strengthening the role of the family, instilling moral and religious values, reproductive health education, providing positive activities, cross-sectoral collaboration, and education on wise media use.