Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Sikap, Sosial Budaya, Dan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) Terhadap Keikutsertaan Ibu Dalam Mengikuti Program KB IUD Di Wilayah Puskesmas Jatirahayu Bekasi Jawa Barat : Relationship of Attitude, Socio-Culture, and IEC (Communication, Information, Education) to Mothers' Participation in the IUD Family Planning Program in the Jatirahayu Health Center Area, Bekasi, West Java Mukti, Tati Sri
Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science Vol. 3 No. 12 (2024): Vol. 3 No. 12 (2024): Vol. 3 No. 12 (2024): Indonesian Scholar Journal of Nurs
Publisher : Dohara POAJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54402/isjnms.v3i12.534

Abstract

Introduction: An Intra-Uterine Device (IUD) is a long-term non-hormonal contraceptive that is inserted in the uterus and is made of a plastic/copper-like material and has various shapes. Participation in IUD KB is the behavior of women in following all procedures for using IUD contraception, such as the initial examination before installation, the installation procedure, and the examination after installation. This study aims to determine the relationship between attitude, socio-culture, and KIE on the participation of mothers in the IUD family planning program in the Jatirahayu Health Center area. Methods: Using descriptive analytics with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling with a total of 33 respondents. Results: The results showed that there was a relationship between attitudes towards participation in the IUD family planning program, which obtained a p-value of 0,039; but there was no relationship between socio-culture and participation in the IUD family planning program p-value of 0,425; and KIE towards participation in the IUD family planning program p-value 1,000. Discussion: This study concludes that there is a relationship between attitudes towards participation in the IUD family planning program and no relationship between socio-culture and KIE towards participation in the IUD family planning program for mothers in the working area of the Jatirahayu Health Center in 2023. Suggestions for prospective family planning acceptors are expected to increase knowledge of the benefits and effectiveness of IUD family planning to foster trust and motivation to participate in the IUD family planning program.
Pengaruh Pemberian Sayur Bayam Hijau untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil di Puskesmas Jatirahayu Bekasi Mukti, Tati Sri; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia; Hidayani, Hidayani
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.431

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Berdasarkan hasil data Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2021, kasus anemia pada ibu hamil di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2019 melebihi angka 80.000 ibu hamil/tahun dan angka tersebut turun di tahun berikutnya, yaitu pada tahun 2020 sekitar 60.000 ibu hamil/tahun. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Kota Bekasi sebanyak 1614 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sayur bayam hijau untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Jatirahayu Bekasi tahun 2023. Desain penelitian yang akan dipakai dalam riset ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR). Jumlah sampel penelitian sebanyak 2 ibu hamil trimester 1 yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Jatirahayu. Masing-masing ibu hamil diberikan intervensi 14 hari dengan jenis intervensi yang berbeda, dimana partisipan 1 diberikan intervensi tablet fe dan sayur bayam hijau, sedangkan partisipan 2 hanya diberikan tablet fe. Kadar Hb diperiksa dengan alat Hb stik dan pencatatan hasil dalam lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb setelah pemberian intervensi selama 7 hari yakni sebanyak 0,3 gr/dL (partisipan intervensi daun bayam) dan sebanyak 0,1 (partisipan non-intervensi daun bayam). Setelah pemberian intervensi selama 14 hari, peningkatan kadar Hb dari kunjungan awal yakni sebanyak 0,7 gr/dL (partisipan intervensi daun bayam) dan sebayak 0,5 gr/dL (partisipan non-intervensi daun bayam). Kesimpulan penelitian yang telah dilakukan ialah bahwa daun bayam terbukti efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamildi Puskesmas Jatirahayu Bekasi tahun 2024.