Ermawailis, Ermawailis
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Kadar D-Dimer Plasma pada Penderita Kanker Ginekologi Disertai Covid-19 dan Tanpa Covid-19 di RSUP Dr. M. Djamil Padang Nisak, Mega Faridatun; Ermawailis, Ermawailis; Mainiati, Mainiati; Murniyenti, Murniyenti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.653

Abstract

Pengetahuan tentang koagulopati pada kanker maupun COVID-19 penting untuk dipahami oleh klinisi yang bertugas terutama di rumah sakit rujukan guna melakukan pemantauan dan tata laksana yang tepat sesuai dengan kondisi pasien dan mencegah morbiditas serta mortalitas pada penderita kanker yang sekaligus menderita COVID-19. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui perbedaan kadar D-dimer plasma pada penderita kanker ginekologi disertai COVID-19 dan tanpa COVID-19 yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode penelitian menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Uji Mann Whitney U dilakukan karena asumsi normalitas tidak terpenuhi. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat Chi Square. Hasil penelitian: penderita kanker ginekologi yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebagian besar (79,2%) memiliki kadar D Dimer plasma tidak normal (>500 gr/dL), penderita kanker ginekologi yang tidak terkonfirmasi positif COVID-19 sebagian besar (84,9%) memiliki kadar D Dimer plasma tidak normal (>500 gr/dL), uji Mann Whitney tentang perbedaan kadar D-Dimer plasma pada penderita kanker ginekologi disertai COVID-19 dan tanpa COVID-19 dapat disimpulkan bahwa: tidak terdapat perbedaan kadar D-Dimer plasma pada penderita kanker ginekologi disertai COVID-19 dan tanpa COVID-19, uji Chi Square dapat disimpulkan: tidak terdapat hubungan kadar D-Dimer plasma pada penderita kanker ginekologi disertai COVID-19  (p=0,447).