Salsabila, Ainun
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERILAKU AGRESIF SISWA MAN 1 ACEH TENGGARA Salsabila, Ainun
LOKAKARYA Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/lokakarya.v2i1.2750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) perilaku agresif siswa MAN 1 Aceh Tenggara 2) jenis perilaku agresif siswa MAN 1 Aceh Tenggara 3) faktor penyebab perilaku agresif siswa MAN 1 Aceh Tenggara.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling, teman sebaya siswa yang berperilaku agresif, dan siswa yang berperilaku agresif. Analisis data menggunakan analisis data dari model Milles dan Huberman meliputi reduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik penjamin keabsahan data menggunakan teknik credibility, transferability, dependabilitas, confirmability.Hasil penelitian ini mengungkapkan 3 temuan yaitu 1) perilaku agresif siswa MAN 1 Aceh Tenggara bermacam-macam secara verbal dan non verbal seperti memukul, berkelahi, membullying dan memaki teman sebaya, perilaku ini biasanya terjadi secara terus-menerus 2) jenis perilaku agresif siswa MAN 1 Aceh Tenggara juga beragam baik itu agresif fisik langsung yaitu tindakan yang dilakukan secara fisik oleh individu atau kelompok dengan cara berhadapan langsung dengan sasaran perilaku agresif, seperti memukul, berkelahi. 3) faktor penyebab perilaku agresif pada siswa MAN 1 Aceh tenggara adalah faktor lingkungan, yang diawali dengan adanya dorongan dari teman-teman sebaya sehingga siswa tersebut melakukan perilaku agresif.Perilaku agresif siswa disekolah MAN 1 Aceh Tenggara berbeda-beda, perilaku ini ditandai dari tingkat perilaku agresif yang dilakukan perilaku yang ditunjukan oleh siswa ialah, membullying, memaki, menendang, dll. Jenis perilaku agresif di MAN 1aceh tenggara ada agresif fisik langsung, agresif verbal aktif. Faktor penyebab perilaku agresif pada siswa MAN 1 Aceh Tenggara ada eksternal dan internal, dalam penelitian ini siswa yang beperilaku agresif dipengaruhi karna adanya faktor lingkungan, lebih tepatnya teman sebaya disekolah MAN 1 Aceh Tenggara.Kata Kunci: Analisis Faktor, Perilaku Agresif, Siswa
PENGARUH KEKERASAN TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK Aulia, Sindy; Salsabila, Ainun; Dzulqodwi, Addini; Listiawan Habsyi, Fahrozi
AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang dampak kekerasan yang dilakukan orang tua atau orang dewasa lainnya terhadap kepribadian anak. Perlakuan kekerasan terhadap anak sering kali tidak disadari oleh orang tua atau pengasuh, yang memiliki kelekatan dengan anak. Bentuk kekerasan secara fisik, emosional, dan seksual, termasuk penelantaran, dapat terjadi dalam lingkup keluarga. Jika perlakuan kekerasan terjadi selama masa pembentukkan kepribadian, dan mencapai tingkat keparahan, maka dampaknya pada kepribadian dan kehidupan masa depan anak. Anak dapat bersikap permisif, depresif, desruktif, agresif atau berperilaku menyimpang. Mencegah perilaku kekerasan terhadap anak, orang tua atau Pengasuh perlu mendapat bimbingan untuk mengolah stress,agar mampu mengatasi dan mengendalikan emosi, latihan ketrampilan kelekatan yang aman, latihan untuk mengenal deteksi dini pada anak korban kekerasan, latihan merubah interpretasi pengalaman kekerasan menjadi motivasi bagi anak. Menghindari kerentanan anak mendapat kekerasan psikologis, anak harus tetap mendapat pengasuhan. Jika pengasuhan dari orang atua tidak memungkinkan, maka anak dapat memperolehnya dari orang tua pengganti atau kerabat, atau Lembaga Sosial Pelayanan Anak.